
Bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan bersama tim 8 berjalan menuju ruang pertemuan di kediaman Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Kab. Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/8/2023).
JawaPos.com – Bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan menuntaskan safari internalnya. Setelah menemui Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin (26/8) giliran Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-jufri yang disambangi.
Sama seperti sebelumnya, Anies didampingi tim delapan yang menjadi pentolan "dapur koalisi". Seusai pertemuan, Anies mengatakan, silaturahmi dengan tiga tokoh utama partai diperlukan untuk memperkaya bekal sekaligus menyepakati strategi ke depan. Anies menyebut, tiga tokoh partai sudah punya pandangan yang sama. "Kita semua merasa dapat energi baru," ujarnya di kediaman Salim Assegaf.
Karena itu, dia menilai isu soliditas sudah tidak relevan disematkan pada KPP. Soal riak keretakan yang belakangan muncul, baginya itu hanya persepsi pihak luar. KPP, kata dia, saat ini beranjak pada fase berikutnya, yakni strategi pemenangan.
"Kita sudah mulai bagi tugas tanggung jawab supaya rencana ke depan bisa diemban dengan baik," imbuhnya. Lantas, bagaimana sosok bakal cawapres? Anies lagi-lagi menjawab diplomatis. "Begitu waktunya tiba akan diumumkan," kata Anies.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, partainya tidak lagi mendesak Anies untuk segera mengumumkan wakilnya. PKS, kata Syaikhu, akan berpegang pada piagam koalisi yang menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Anies. Bahkan, kalaupun Anies memilih memutuskan di detik-detik terakhir jelang pendaftaran, Syaikhu tidak mempersoalkan. "Nggak masalah. Pokoknya, serahkan Pak Anies saja," jelasnya. Sebab, koalisi lain juga belum terlihat akan mengumumkan nama bacawapres dalam waktu dekat.
Pihaknya meyakini, Anies sudah mempertimbangkan banyak hal. Yang jelas, PKS sudah memberikan kriteria cawapres, termasuk usulan dari internal. Soal kekhawatiran elektabilitas yang stagnan, Syaikhu juga tak terlampau risau. Sebab, setelah deklarasi kelak, dia meyakini elektabilitas Anis bisa kembali digenjot. "Kalau tertinggal biasa kok, kami dulu di DKI (Pilgub 2017) juga seperti itu. Setelah declare, betul-betul kita kerja secara all-out," terangnya.
Di tengah konsolidasi KPP, isu pasangan capres-cawapres Ganjar-Anies terus bergulir. Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno bahkan berupaya menjalin komunikasi dengan PKS dan Demokrat jika isu itu serius.
Menanggapi dinamika tersebut, Syaikhu menegaskan, PKS partai yang terbuka dan siap menjalin komunikasi dengan siapa pun. Bahkan, dengan Ketum PPP Mardiono sempat ada janji untuk bersilaturahmi. Meski demikian, Syaiku menekankan bahwa sikap PKS dalam pilpres belum berubah. Sesuai keputusan musyawarah majelis syura ke-8, diputuskan untuk mengusung Anies sebagai capres. "Itu yang kita perkuat," terangnya. (far/idr/c6/oni)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
