JawaPos.com - Tyo Nugros membuat gebrakan baru di dunia musik Tanah Air lewat genre electro rock. Lewat kempuannya dalam memainkan alat musik drum, eks drumer Dewa 19 itu meluncurkan EP (exended play) atau mini album berjudul Polydemic bersama sahabatnya, Joseph Saryuf.
Keduanya tergabung dalam grup duo electro rock, Direct Action. EP ini berisi dua lagu. Masing-masing berjudul Polydemic and Masonethics. Kedua lagu yang dibuat dalam kemasan musik intrumental tanpa lirik ini memiliki durasi lebih dari 6 menit.
Tyo Nugros mengatakan, single andalan dalam EP ini adalah Polydemic. Menyampaikan pesan melalui aransemennya bahwa sesuatu yang teratur, tertata rapi, dan terkonstruksi dengan baik dapat dengan mudah berubah menjadi kacau, berantakan, bahkan hancur dalam sekejap.
"Pemahaman ini muncul dari kenyataan bahwa sebagai manusia, konstruksi dan dekonstruksi merupakan komponen integral dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan," kata Tyo Nugros dalam perilisan EP Polydemic di bilangan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (22/8).
Tyo Nugros juga menjelaskan, secara musikal, single ini dibuat dengan mengkombinasikan pola ritme yang sama sekali berbeda dan dimainkan secara bersamaan sehingga melahirkan suasana yang kompleks.
"Jika kalian mendengarkan Polydemic dari awal hingga akhir, ada bagian yang membangkitkan emosi pendengar, namun kemudian ekspektasi kalian terhadap arah lagu akan hancur seketika," tuturnya.
Single ini dibuat pada masa pandemi. Waktu yang cukup banyak seiring berkurangnya aktivitas di luar rumah membuat membuat Tyo Nugros dan Joseph Saryuf justru semakin mempertajam kemampuan mereka yang selama ini kurang tersalurkan dan dihadirkan oleh keduanya lewat EP ini.
Joseph Saryuf mengatakan, single Polydemic berusaha menterjemahkan siklus kehidupan manusia dari lahir hingga dewasa, membangun kehidupan, menghancurkan, lalu membangun kembali dan kemudian menghancurkannya lagi.
"Tantangan terbesar dalam menciptakan single ini adalah mengubah komposisi sederhana menjadi komposisi kompleks berdasarkan pola permainan drum poliritmik Tyo Nugros,” ujar Joseph Saryuf.
Menurut Tyo Nugros, melalui Direct Action, dirinya dapat menyalurkan berbagai kemampuannya dalam memainkan alat musik yang tidak terakomodasi dalam grup band sebelumnya. Bisa dibilang bagi Tyo Nugros, di band duo ini,dirinya dapat menyalurkan apa yang menjadi idealismenya.
"Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa menciptakan musik seperti ini. Sudah waktunya ketika dunia berbicara tentang electro rock atau math rock, Direct Action bagian dari percakapan itu," tuturnya.