
Sejumlah kader partai Demokrat hadir pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (16/9/2022). AHY dalam pidato kebangsaannya membahas isu-isu nasional dan strategi Partai Demokrat dalam pemena
JawaPos.com - Pemilihan umum (Pemilu) menjadi perhatian yang disoroti publik menjelang tahun pemilu 2024, oleh karenanya Lembaga Survei Independen (LSI) melakukan survei, salah satunya terkait elektabilitas partai politik.
Pada hasil Lembaga Survei Independen, pemuncak hasil survei masih ditempati oleh PDI Perjuangan, namun perubahan terjadi pada posisi kedua, survei elektabilitas, pada dua survei sebelumnya dibulan April dan Agustus, posisi kedua masih ditempati oleh Partai Gerindra.
Namun saat ini, pada survei ketiga di November tahun 2022 ini, Partai Demokrat berhasil menyalip di posisi kedua, disusul oleh Partai Gerindra pada posisi ketiga, keempat ditempati oleh Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Pada survei bulan November ini, peringkat pertama ditempati oleh PDI Perjuangan dengan 18,2 persen, posisi kedua ditempati oleh Partai Demokrat dengan elektabilitas 14,1 persen, yang menyalip Partai Gerindra yang nyaris stagnan di dua survei sebelumnya dengan elektabilitas 11,8 persen," ungkap Direktur Riset
LSI Fathur Rahman dalam keterangannya, Selasa (29/11).
"Selanjutnya di oosisi keempat ditempati oleh Partai NasDem dengan 8,2 persen, posisi kelima ditempati oleh PKS 7,4 persen, di posisi keenam di tempati oleh Partai Golkar dengan elektabilitas 7,2 persen, dan ketujuh ditempati oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 4,6 persen elektabilitas," urai Fathur Rahman.
Namun, dua partai yang saat ini ada di parlemen justru semakin melemah, yakni Partai Amanat Nasiobal (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang hanya meraih elektabilitas dibawah parliamentary threshold sebanyak empat persen.
"Dua partai parlemen, yakni PAN dan PPP, hanya mendapat elektabilitas di bawah empat persen. PAN 2,4 persen dan PPP hanya meraih 2,1 persen," ulas Fathur Rahman.
Selain itu, partai-partai non parlemen tidak menunjukkan pergerakan signifikan dalam kenaikan elektabilitas.
"Partai non parlemen seperti halnya Perindo meraih 1,3 persen elektabilitas, PSI 1,2 persen, Partai Hanura 0,9 persen, Partai Garuda 0,2 persen dan PBB hanya meraih 0,1 persen," ungkap Fathur Rahman
Diketahui, Survei ini mengambil populasi warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, di 3dd4 provinsi di Indonesia.
Dari populasi itu dipilih secara acak sebanyak 1.500 responden, dengan margin of error 3.05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Dalam survei ini, LSI melakukan metode wawancara melalui jaringan selular pada 18 hingga 28 November 2022.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
