Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Maret 2021 | 04.16 WIB

Inas Hanura Anggap Wajar Jokowi Disambut di Maumere

Anggota Tim Nasional Kemenangan (TKN) Jokiwi-Ma - Image

Anggota Tim Nasional Kemenangan (TKN) Jokiwi-Ma

JawaPos.com - Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir ikut menyoroti soal viralnya sambutan massa saat Joko Widodo (Jokowi) tiba di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya hal itu sangat wajar.

"Wajar saja, karena sebagian besar warga NTT memilih Jokowi -Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019. Sehingga tidak bisa seenaknya menyalahkan Pak Jokowi yang begitu dicintai oleh rakyat NTT," ujar Inas dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (28/2).

Inas menambahkan, Jokowi selalu ingin dekat dengan rakyatnya. Hal itu terlihat saat Jokowi menyapa warga melalui jendela mobil. "Wajar saja jika beliau selalu senang dan bersemangat untuk bertemu dengan rakyatnya," ujarnya.

Karena itu, menurut Inas, tim protokoler dan Paspampres harus kerja lebih keras mengingatkan Jokowi tentang pentingnya menghindari kerumunan masyarakat saat ia kunjungan ke daerah. Apalagi saat ini masih di masa pandemi.

Lebih lanjut Inas mengatakan, kerumunan massa saat menyambut Jokowi tidak merugikan masyarakat lainnya. Berbeda dengan saat massa menyambut kedatangan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu.

"Peristiwa kerumunan di NTT ini sebenarnya tidak separah kerumunan ketika Habib Rizieq Shihab dijemput oleh pendukungnya di Bandara Soetta. Lalu Habib Rizieq Shihab juga sempat berorasi dari atas mobil yang terbuka kapnya, tapi ternyata juga tidak diproses oleh kepolisian," tutur Inas.

Baca Juga: Menag Beri Tanggapan Soal Pelaporan Terhadap Din Syamsuddin


Meski demikian, Inas berharap peristiwa seperti di NTT tidak terulang. Protokoler dan Paspampres perlu meninjau kembali SOP dalam mengatur kunjungan kerja Presiden. "Karena kegiatan tersebut akan terus berkesinambungan," pungkas Inas.

Hal senada disampaikan sosiolog Universitas Nasional Sigit Rohadi. Menurutnya ada kelemahan pengamanan di tingkat daerah, sehingga warga bisa berkerumunan. Namun, dia menilai kerumunan di NTT dan kerumunan saat Rizieq Shihab menikahkan anaknya berbeda.

"Karena Presiden tidak aktif seperti mengundang atau sejenisnya, tapi tetap saja menimbulkan sinisme sebagian masyarakat," ujar Sigit.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore