
Pengerajin mengecat miniatur burung garuda di Kawasan Halim, Jakarta, Jumat (9/8/2019). Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-74 jumlah pesanan Patung burung garuda pancasila naik hingga 25 persen, Patung tersebut dijual dengan harga Rp50 ribu - Rp1,5 juta tergan
JawaPos.com - Universitas Trilogi menggelar Webinar bertemakan, Refleksi Hari Kesaktian Pancasila dalam Menghadapi Ancaman terhadap Kedaulatan Nasional di tengah Situasi Pandemi Covid-19. Acara dibuka oleh Rektor Universitas Trilogi, Prof. Mudrajad Kuncoro.
"Saat ini muncul bermacam tantangan yang sedang dihadapi Indonesia hari ini, mulai dari krisis Covid-19 dan ancaman krisis ekonomi yang menyertainya," ujar Mudrajad dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (1/10).
Webinar yang dimoderatori oleh Dosen Agribisnis Universitas Trilogi, Yodfiatfinda, itu dihadiri oleh sekitar 400 hadirin yang terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum. Tujuannya untuk menyemai kesadaran Pancasila bagi masyarakat, terutama dalam situasi pandemi Covid-19.
Selain itu, Mudrajad juga memberikan saran strategi yang bisa dilakukan dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut, sekaligus soal menegaskan kembali makna kemerdekaan yang sesungguhnya, serta cara menyikapi krisis demi kedaulatan bangsa.
Untuk menjawab pembukaan dari Prof. Mudrajad, Mayjen TNI Purn. Samsudin, sebagai narasumber pertama, menyampaikan pengamatannya mengenai penerapan Pancasila secara rasional dalam keadaan krisis.
Pemaparannya tersebut didasarkan pada pengalamannya sebagai mantan anggota Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang mengalami langsung Peristiwa G-30S PKI.
Selain Samsudin, hadir juga pembicara lainnya yakni Prof. Cecep Darmawan memberikan refleksinya terhadap penyemaian kesadaran Pancasila. Ia menekankan pentingnya menurunkan ideologi Pancasila ke dalam instrumen praktis untuk keseharian, bukan sekadar bahan ajar yang teoritik agar Pancasila dipahami sebagai sebuah kesadaran.
"Jangan sekedar menjadi bacaan atau hafalan, tapi juga harus diwujudkan dalam prilaku keseharian," ujar Cecep.
Sementara itu, perwakilan pengurus Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), Dr. Arissetyanto Nugroho, menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila hendaknya dijadikan momentum untuk menghayati kembali Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia.
“Di era pandemi Covid-19, kita harus berhati-hati dalam memilih negara mitra produsen vaksin Covid-19, karena ini berkaitan dengan ketahanan ideologi kita sebagai bangsa. Dengan ideologi Pancasila yang kuat, maka Indonesia akan mampu menjadi negara unggul dan berperadaban maju di dunia," tukasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
