
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mendukung perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar jajaran di bawahnya lebih mengutamakan aspek kesehatan dibandingkan aspek ekonomi pada masa pandemi Covid-19.
Elite Politikus Fraksi Partai Demokrat itu menganggap pernyataan yang disampaikan Presiden di Istana Negara tersebut harus menjadi petunjuk para menteri untuk tidak hanya fokus pemulihan ekonomi saja. Meskipun mantan menteri era Presiden SBY itu menyayangkan karena pernyataan Jokowi ini sedikit terlambat.
"Karena banyak kementerian di kabinet Jokowi lebih banyak yang mengutamakan aspek ekonomi dibanding kesehatan," ungkap Syarief dalam keterangannya, Selasa (8/9).
Diketahui, data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga menyebut kasus terkonfirmasi positif korona akan mencapai 200 ribu dan lebih dari 8.000 di antaranya meninggal dunia. Jumlah kasus tersebut lebih tinggi dibanding Tiongkok yang merupakan episentrum awal Corona Virus yang menyebar di seluruh dunia.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
