
Photo
JawaPos.com - Seorang pemuda tak dikenal diamankan oleh aparat polisi tepat di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jalan Medan Merdeka Barat. Pria berpakaian orange itu diamankan lantaran menghalang-halangi laju kendaraan roda empat yang melintas sekitar lokasi aksi massa sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).
Polisi yang tengah mengamankan jalannya aksi massa langsung beralih pandangannya kepada pemuda tersebut. Saat dihampiri dan diminta menghentikan tingkah lakunya, pemuda tersebut malah menolak.
Terlihat sempat terjadi tarik-menarik dan adu mulut antar si pemuda itu dengan polisi. Tak lama datanglah polisi lain dari satuan lalulintas. Dia terus membujuk pelan-pelan pemuda itu.
"Ayo ke sana, jangan di sini. Nanti tertabrak. Di sana ada pos polisi. Ayo ke sana," ucap polisi tersebut.
Setelah beberapa saat, pemuda itu pun berhasil ditarik polisi dari tengah jalan raya. Untuk selanjutnya dia digiring ke pos pengamanan di Monas, Jakarta Pusat.
Petugas juga terlihat sempat mengecek gembolan berwarna hitam yang dibawa oleh pemuda tersebut. Namun tak ditemukan ada benda mencurigakan di dalamnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan belum mau berkomentar banyak mengenai diamankannya pemuda tersebut. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
"Kami masih periksa. Kita lihat nanti kalau ada unsur pidananya ya kita tahan. Tapi kalau tidak maka akan di lepaskan. Masih di dalami," ucap Harry.
Tak jauh dari lokasi penangkapan itu juga ada sejumlah massa dari Front Pembela Islam (FPI) yang menggelar aksi unjuk rasa. Massa yang mayoritas mengenakan pakain putih itu dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya Sobri Lubis.
Namun, Sobri mengaku kedatangannya tersebut bukan untuk kepentingan politik kubu mana pun. “Kita kali ini datang bukan untuk dukung mendukung, baik 01 atau 02. Ini adalah berkaitan dengan kita sebagai manusia tentu kita punya nurani,” ujar Sobri di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Jumat (14/6).
Sobri menegaskan, kedatangannya ini untuk menegakkan jalan kebenaran. Dia menolak segala jenis ketidakadilan. Hal-hal seperti ini harus konsisten diperjuangkan agar keadilan tercapai.
“Karena itu kita datang untuk mendukung MK. Agar lembaga ini supaya berani berbuat adil,” imbuhnya.
Karena itu, lanjutnya, apa pun hasil sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK akan diterima oleh FPI selama berlandaskan kebenaran.
“Apa pun hasilnya kita mendukung pada kebenaran, apa pun yang batil tetep kita katakan batil, kejahatan tetap kejahatan,” jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
