
Photo
JawaPos.com - 11 April 2017, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan disiram air keras oleh orang yang tidak kenal usai salat Subuh berjamaah di Masjid Al -Ihsan dekat kediamannya. Kini, tepat dua tahun setelah kejadian tersebut, Novel masih mencari keadilan.
Mandeknya kasus Novel pun membuat calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaha Uno angkat bicara. Di sela-sela perjalanan kampanyenya dari Lombok menuju Jakarta, Sandiaga membuat Video Blog (Vlog) tentang keprihatiananya dua tahun kasus Novel yang belum terungkap.
Bagi dia, Novel Baswedan adalah simbol pemberantasan korupsi di Indonesia. Sandi juga menyatakan Novel merupakan simbol dedikasi tinggi aparatur hukum yang telah menginspiratif masyarakat di seluruh penjuru negeri.
"Novel simbol keberanian dan konsistensi menuju Indonesia bersih. Negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi semua aparaturnya yang berdedikasi," kata Sandi dalam video yang diunggah pada akun media sosial Instagram, Dahnil Anzar Simanjuntak, Kamis (11/4).
Sandi menyatakan Novel telah kehilangan fungsi satu matanya untuk melihat secara sempurna. Tepat dua tahun setelah kasus penyerangan tersebut, dia menyampaikan negara seolah absen melindungi aparatur hukumnya sendiri.
"Terlepas dari kontestasi pilpres saat ini. Kita rakyat Indonesia telah berhutang mata terhadap Novel Baswedan," terangnya.
Lebih lanjut, Sandi menegaskan, akan mendukung berbagai upaya Novel untuk mencari keadilan. Dia juga mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen.
"Bila tidak, tentu saya dan Pak Prabowo berkomitmen membentuk TGPF untuk mengungkap teror penyiraman terhadap novel dan penyidik KPK lainnya," pungkasnya.
Untuk diketahui, kasus teror penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan pada 11 April 2017 hingga kini belum mengungkap siapa pelaku intelektual dan aktor lapangan.
Meski tim gabungan telah dibentuk Polri, namun siapa dalang di balik penyerangan Novel masih menyimpan misteri. Kendati terus di suarakan, Presiden Joko Widodo masih juga belum membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
