Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 April 2019 | 05.29 WIB

Wiranto: Percuma 'ABS' ke Jokowi, Ketahuan Bohongnya Nanti

Menkopolhukam Wiranto saat memberikan sambutan dalam acara Rakernas KPI di Banjarmasin (2/4) - Image

Menkopolhukam Wiranto saat memberikan sambutan dalam acara Rakernas KPI di Banjarmasin (2/4)

JawaPos.com - Efek debat pilpres akhir pekan lalu rupanya masih terasa. Terutama untuk kubu petahana. Dalam salah satu sesi debat, capres Prabowo Subianto menyindir soal adanya pejabat di lingkaran Istana yang 'ABS (Asal Bapak Senang)'.

Menko Polhukam Jend (Purn) TNI Wiranto tak sepakat dengan apa yang disampaikan Prabowo. Menurutnya, Presiden Jokowi tak bakal mempan dengan budaya ABS.

"Nga-be-es ke Pak Jokowi yang suka blusukan kesana-kemari percuma, pasti akan mempermalukan diri sendiri karena akan ketahuan bohongnya," ujar Wiranto usai mengikuti acara Rakernas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Banjarmasin, Rabu (3/4).

"Makanya jangan asal menuduh menyamakan dengan pengalamannya sendiri. Apalagi yang dituduh institusi TNI, almamater yang membesarkannya, sungguh menyedihkan," Wiranto.

Dia juga lantas membahas pengakuan Prabowo yang sejak usia 18 tahun sudah siap mati untuk negara. Mantan Panglima ABRI ini menyatakan jika semua prajurit TNI sejak dilantik sudah kontrak mati untuk bangsa.

"Sampai dengan saat ini sudah ribuan prajurit yang gugur dalam menjalankan tugasnya. Mereka telah membuktikan sebagai prajurit sejati," bebernya.

"Maka sebaiknya kalau masih hidup sampai sekarang tak perlu membanggakan diri, lebih baik mensyukuri untuk melanjutkan pengabdiannya," lanjut dia.

Soal Ancaman perang, Prabowo sempat menyalahkan para senior yang tahun 90-an meramalkan tak ada perang, tapi kenyataan ada operasi militeri Timtim. Wiranto mengatakan operasi di Timtim bukan perang antar negara, tetapi Opskamdagri (operasi keamanan dalamnegeri) di Propinsi ke-27 (saat itu).

"Pasca Proklamasi 1945 Indonesia hanya mengalami perang sekali sewaktu menghadapi agresi Belanda. Setelah itu sampai sekarang dan prediksi kedepan perang terbuka, perang konvensional akan sangat kecil kemungkinannya," pungkas dia.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore