Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Februari 2019 | 05.35 WIB

Cucu Mbah Moen Angkat Suara Terkait Polemik Doa untuk Prabowo

ILUSTRASI Video Mbah Moen mendoakan Jokowi. Cucu Mbah Moen, Rojih Ubab Maimoen menegaskan kakeknya mendoakan Joko Widodo menjadi Presiden di 2019, bukan Prabowo Subianto. - Image

ILUSTRASI Video Mbah Moen mendoakan Jokowi. Cucu Mbah Moen, Rojih Ubab Maimoen menegaskan kakeknya mendoakan Joko Widodo menjadi Presiden di 2019, bukan Prabowo Subianto.

JawaPos.com - Polemik menghampiri tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Hal itu karena dia salah ucap mendoakan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menjadi presiden. Padahal, maksud Mbah Moen adalah mendoakan capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden lagi.


Menanggapi hal itu, cucu Mbah Moen, Rojih Ubab Maimoen angkat suara. Dia menilai seharusnya masyarakat melihat utuh doa yang diucapkan kakeknya, supaya tidak terjadi salah paham. Dia menegaskan, sebetulnya doa tersebut ditujukan untuk Jokowi.


"Tidak harus menjadi polemik jika semua orang melihat secara utuh doa yang disampaikan Mbah Moen," ujar Gus Rojih sapaan akrabnya, melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/2).


Sementara itu terkait langkah Ketua Umum PPP, Romahurmuziy atau Rommy yang memberi tahu Mbah Moen atas kesalahannya pun dianggap bukan hal yang keliru. Gus Rojih menilai wajar karena dikhawatirkan doa sebelumnya itu akan dipolitisasi sedemikian rupa.


"Langkah Gus Rommy menyampaikan kepada Mbah Moen juga tidak melanggar kesopanan. Justru ini menjaga kehormatan Mbah Moen di depan tamunya yaitu Pak Jokowi," sambungnya.


Gus Rojih lantas menghimbau para santri untuk ikut menjaga kontestasi pemilu 2019 tetap kondusif, dan menjaga penuh perilaku politik yang bermartabat dan beretika.


‎Sekadar informasi, beredar sebuah video berdurasi 38 detik memperlihatkan Mbah Moen tengah memanjatkan doa. Namun, yang didoakan menjadi pemimpin bukanlah Jokowi, sang petahana. Melainkan Prabowo Subianto, sang penantang.


Vitalnya video inipun ditanggapi oleh Rommy. Menurut Rommy, Mbah Moen salah ucap. Rommy menuturkan, pada video kedua, Mbah Moen menegaskan yang ia doakan menjadi presiden adalah Jokowi.


"... La Pak Prabowo. Innama Pak Jokowi, Joko Widodo," kata Rommy kepada JawaPos.com, Sabtu (2/2).


Rommy yakin, video salah ucap Mbah Moen telah diedit dan disebarluaskan oleh kubu Prabowo-Sandi dan pendukungnya. Maka dari itu, dia pun memberikan klarifikasi dengan mengunggah video utuhnya.


"Kepada tukang framing, pendukung @Prabowo yang hobi ngedit dan motong video, hentikanlah cara-cara kotor dan menjijikkan untuk menang itu. Gunakanlah nalar, kreativitas. Bukan manipulasi, kebohongan, dan fitnah," pungkasnya.


Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore