
Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Jokowi-Ma
JawaPos.com - Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin Irfan Wahid alias Ipang Wahid, diduga terlibat dalam penerbitan Tabloid Indonesia Barokah yang belakangan ini menjadi viral.
Menanggapi hal tersebut, Ipang Wahid memberikan penjelasan lewat akun Instagram miliknya @ipangwahid. Dia membantah terlibat dalam Tabloid Indonesia Barokah.
"Demi Allah saya tegaskan, saya bukan pembuat tabloid Indonesia Barokah. Saya juga tidak terlibat dalam bentuk apapaun di tabloid itu," ujar Ipang Wahid dalam penjelasannya.
Ipang menuturkan, Indonesia Barokah adalah gerakan yang bersifat terbuka. Siapapun boleh dan atau bisa ikut berkontribusi. Tujuannya untuk mendatangkan kebaikan bagi Indonesia.
Anak dari tokoh NU Solahuddin Wahid alias Gus Solah itu mengatakan, Indonesia Barokah bukanlah organisasi. Apalagi badan usaha. Itu lebih seperti kumpulan pemikran dari banyak orang. Salah satu dasarnya adalah kegelisahan terhadap maraknya fitnah dan hoaks tang alih-alih mendatangkan kebaikan bagi Indonesia, tapi justru memecah belah bangsa.
"Karena terbuka maka ada begitu banyak orang-orang baik sepemikiran yang ingin berkontribusi dalam membuat karya konten kreatif dengan bentuknya," katanya.
Ipang pun mengaku pernah berkontribusi di dalam website IndonesiaBarokah.com tersebut. Seperti membuat konten video yang berjudul 'Islam Itu Indah', 'Deddy Mizwar' dan Parodi Bohemian'
"Monggo dicek tiga karya saya. Semua pesannya jelas mengajak kepada kebaikan. Apa yang bisa saya dan beberapa kawan lakukan adalah menyampaikan pesan sejuk dan menyatukan. Menjauhi hasutan dan agenda-agenda provokatif. Mengungatkan kembali akan Islam rahmatan lil alamin," ungkapnya.
Karena sifatnya yang terbuka, misalkan gerakan dan isinya yang beragam. Jadi mungkin saja ada sebagian yang kemudian menjadi multi tafsir.
"Tetapi secara substansi sekali lagi seperti namanya Indonesia Barokah, gerakan ini bertujuan mendatangkan kebaikan bagi Indonesia," pungkasnya.
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiande mengatakan patut diduga orang di belakang tabloid itu adalah Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin, Irfan Wahid alias Ipang Wahid.
"Iya itu patut diduga dan terindikasi, makanya kita tunggu klarifikasi Mas Ipang," ujar Andre kepada JawaPos.com, Minggu (27/1).
Andre menyebut nama Ipang Wahid, lantaran ada jejak digital yang dilakukan. Terlebih adanya kesamaan logo antara website indonesiabarokah.com dengan tabloid. Sehingga patut diduga dilakukan oleh OIpang Wahid.
"Tim IT kita menginvestigasi ada rekam jejak digital Mas Ipang di situ. Lalu di website dan tabloid logonya persis sama. Karena rekam jejak digital susah dihilangkan," katanya.
Oleh sebab itu Andre tidak ingin berandai-andai apa yang bakal dilakukan BPN Prabowo-Sandi. Saat ini dia hanya menunggu klarifikasi dari Ipang Wahid. Apakah benar atau tidak orang di belakang Tabloid Indonesia Barokah adalah Ipang Wahid.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
