
Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu. (Imam Husein/Jawa Pos)
JawaPos.com - Penyidik senior Novel Baswedan menceritakan perihal penyerangan terhadap para penggiat antikorupsi yang bukan hanya menimpa dirinya. Karena faktanya banyak pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserang.
"Di KPK yang diserang itu bukan cuma saya, banyak korban lainnya. Saya bilang banyak karena lebih dari lima orang korbannya," ujar Novel saat memperingati 500 hari penyiraman air keras yang menimpanya di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (1/11).
Novel mengaku menerima informasi tersebut beberapa waktu lalu, sat dirinyaberbincang dengan pegawai yang mengurus Wadah Pegawai KPK. Bahwa ada peristiwa yang juga menimpa pegawai internal lembaga antirasuah yang diserang pihak lain.
Lebih lanjut, Novel juga menjelaskan beberapa contoh peristiwa yang menimpa pegawai KPK yang menimbulkan ancaman dan beban psikis kepada si Pegawai, namun mereka memilih diam.
"Saya berikan contoh, pernah safe house KPK diserbu, dengan tanpa aturan hukum, ada juga pegawai KPK yang diculik. Saya penyidik, saya paham bagaimana penangkapan, bagaimana tertangkap tangan saya paham, saya bilang diculik. Bahkan, ada juga yang rumahnya dipasangin bom, walaupun setelah dicek ternyata bom itu palsu," jelasnya.
"Mobil pegawai KPK juga pernah disiram air keras, dan ancaman pembunuhan lainnya yang terjadi. Namun itu sampai sekarang dibiarkan. Terakhir terjadi di akhir 2017, pada saat itu saya sedang sakit di Singapura," imbuhnya.
Menurutnya, hal demikian wajar dan bisa terjadi karena ada pihak - pihak tertentu memang masih ingin terus memperjuangkan keadilan. Maka, pihak yang dinilainya tak ingin berjuang memberantas korupsi berusaha menyerang.
"Orang berjuang untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan pasti diserang. Aneh kalau kemudian berjuang kemudian biasa biasa saja. Rasanya itu kompromi. Berjuang itu baik, berjuang itu tidak ada ruginya," pungkasnya.
Dia juga mengiginkan agar pihak yang bertugas sebagai penggiat atau pemberantas korupsi bisa dilindungi dengan cara yang luar biasa.
"Bukankah penyerangan kepada pegawai KPK yang bertugas itu suatu hal yang luar biasa berbahaya dan luar biasa jahatnya," pungkasnya.
Sekadar informasi, Novel disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Akibatnya, Novel harus menjalani berkali-kali operasi untuk memperbaiki kerusakan matanya. Hingga kini pelakunya juga belum terungkap dan membuahkan hasil.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
