Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Oktober 2018 | 05.43 WIB

Pecat Ratna Sarumpaet dari Timses, Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan permohonan maaf karena ikut menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. In terkait Ratna Sarumpaet yang mengaku telah membuat hoax soal pemukulan dirinya. - Image

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan permohonan maaf karena ikut menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. In terkait Ratna Sarumpaet yang mengaku telah membuat hoax soal pemukulan dirinya.


JawaPos.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya meminta maaf setelah turut ikut menyebarkan berita bohong (hoax) kasus penganiayaan Ratna Sarumpaet kepada masyarakat luas. Karena sebelumya pada Selasa (2/10) lalu mantan danjen Kopassus itu memberikan keterangan pada awak media dan mengaku prihatin dengan aksi penyerangan tim suksesnya.


"Jadi saya di sini atas nama pribadi dan juga sebagai pimpinan dari tim kami, meminta maaf telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," kata Prabowo di kediamannya, Jakarta, Rabu (3/10).


Kendati begitu, Prabowo mengaku bersyukur bahwa aksi penganiayaan Ratna itu telah terbukti hoax. Sebaliknya, dia juga menyoroti kasus-kasus penyerangan yang masih belum tuntas oleh kepolisian. 


"Karena masalah ini tidak bisa terlepas dengan kejadian-kejadian lainnya. Kejadian di rumah Bu Neno, dan kejadian pada pribadi-pribadi lain yang sampai saat ini belum jelas," ucapnya. 


Di samping itu, Prabowo telah memberikan sanksi tegas kepada Ratna untuk mengundurkan diri dari tim pemenangan. Tak hanya itu, jenderal yang dikenal dengan sebutan 08 itu meminta koleganya itu untuk mempertanggung jawabkan sikapnya ke penegak hukum.


"Kami persilakan, kalau ada proses hukum yang harus dilaksanakan. Beliau harus bertanggung jawab. Kami juga tidak bisa mentolerir berita-berita bohong, dan kami tegas kalau ada tim kami yang berbohong, kami akan minta aparat untuk melakukan tindakan sesuai dengan hukum," pungkasnya. 


Sebagaimana diketahui, polemik mengenai benar tidaknya Ratna Sarumpaet dianiaya berakhir, Rabu (3/9). Setelah bungkam sejak dugaan penganiayaan itu mencuat Selasa (2/9), sore tadi Ratna akhirnya buka bicara.


Secara mengejutkan, Ratna mengakui tidak ada penganiayaan terhadap dirinya. Dia meminta maaf telah membuat hoax. Dalam konferensi pers yang digelar rumahnya kawasan Kampung Melayu Kecil, ibuda Atiqah Hasioloan itu mengatakan lebam wajahnya bukan akibat penganiayaan. Tetapi, karena melakukan sedot lemak di bagian pipi kiri di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika.


Ratna juga menyampaikan permohonan maafnya sambil menahan tangis yang keluar dari matanya. Dia meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak kecewa akibat hoax yang dia ciptakan. Terutama, pada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.


Berikut ini adalah petikan Ratna Sarumpaet ‎menyampaikan permohonan maafnya ke publik:


Pada saat saya merasa telah melakukan kesalahan, kalian tidak menjauh. Saya mohon apa pun yang saya sampaikan hari ini (menjadi) sesuatu yang berguna. Yang membuat kegaduhan dalam dua hari terakhir ini mereda dan membuat kita semua bisa saling memafkan.


Tanggal 21 September, saya mendatangi RS khusus bedah. Menemui dr Sidik, ahli bedah plastik. Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi kiri saya. Dokter Sidik adalah dokter bedah plastik yang saya percaya. Saya sudah 3-4 kali ke sana.


Tapi setelah operasi dijalankan pada tanggal 21 September, dan 22 September pagi saya bangun, saya lihat muka saya bengkak secara berlebihan. Tidak seperti yang dialami biasanya. Dokter Sidik saya tanya, ini kenapa begini? Dia bilang itu biasa. Intinya begitu. Jadi, apa yang saya katakan ini menyanggah bahwa ada penganiayaan.


Bahwa betul saya ada dari dr Sidik hari itu. Dan pulang dari sana setelah saya dijadwalkan pulang. Lebam-lebam di muka saya masih ada. Seperti ada kebodohan yang tidak pernah saya bayangkan bisa saya lakukan dalam hidup saya. Saya pulang seperti membutuhkan alasan pada anak saya di rumah, kenapa muka saya lebam-lebam. Dan memang saya ditanya, kenapa? Saya jawab dipukuli orang.


Jawaban pendek itu dalam satu Minggu ke depannya terus dikorek karena namanya juga anak. Lihat muka ibunya lebam-lebam, kenapa? Saya enggak tahu kenapa dan saya tak pernah membayangkan bahwa saya akan terjebak dalam kebodohan seperti ini.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore