
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy tidak peduli dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan ada lima parpol lama dalam kondisi terancam parliamentary threshold (PT)-nya.
Romahurmuziy menegaskan, pihaknya dalam bergerak maju di Pemilu 2019 tidak berdasarkan hasil survei. Namun hasil survei tetap dijadikan sebagai pijakan untuk kerja keras dan sebagai catatan pekerjaan rumah.
"Tidak ingin berpatokan kepada survei, tapi survei itu dijadikan cambuk untuk bekerja lebih keras lagi," ujar Romahurmuziy dalam Rakornas PPP di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (24/1).
Anggota Komisi XI DPR itu menegaskan di setiap lembaga survei pasti ada responden yang belum memutuskan. Nah, kelompok pemilih yang belum menentukan sikap politiknya itu menjadi peluang bagi PPP mengambil suara lebih banyak.
"Nanti itu digunakan secara stimultan untuk pemenangan semesta yang kita gerakan dengan seluruh elemen kader, atau kader yang PPP rekrut pencalegan akan datang," katanya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Peneliti LSI Rully Akbar mengatakan ada lima partai politik lama yang saat ini DPR terancam tak lolos kembali ke parlemen Pemilu 2019.
Analisis itu berdasarkan survei LSI Januari 2018 lalu. Di situ disebutkan PPP mendapatkan 3,5 persen, PKS (3,8 persen), PAN (2 persen), dan Hanura 0,7 persen. Hanya Nasdem yang perolehan suaranya sedikit di atas ambang batas, yakni 4,2 persen.
Untuk mendapatkan kursi di DPR, parpol harus meraih minimal 4 persen suara sah nasional pada pemilu legislatif 2019 mendatang.
Sementara, partai-partai baru dan partai lama di luar DPR juga tak ada yang berhasil melewati ambang batas. PKPI hanya memperoleh 0,2 persen. Begitu juga dengan PBB 0,3 persen. Kedua partai itu sudah mengikuti pemilu 2014 lalu, namun gagal mendapatkan kursi di DPR.
Sementara di barisan partai baru, PSI mendapat 0,3 persen dan Perindo 3,0 persen. Menurut Rully, suara Perindo cukup tinggi karena berhasil memanfaatkan media yang dimiliki oleh ketua umumnya, Hary Tanoesoedibjo. Dia menilai, masih sulit bagi Perindo untuk menembus ambang batas empat persen.
Survei dilakukan pada 7-14 Januari 2014 dengan responden sebanyak 1.200 orang yang dipilih berdasarkan multi stage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 7 sampai tanggal 14 Januari 2018. Margin of error survei ini adalah plus minus 2,9 persen.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
