
Ilustrasi seorang buruh panggul tengah mengangkut beras dari gudang penyimpanan
JawaPos.com - Kebijakan pemerintah melakukan impor beras 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand untuk menstabilkan harga beras di pasaran terus menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat. Apalagi, sebelumnya Kementerian Pertanian mengklaim produksi beras nasional surplus.
Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini mengatakan, pemerintah harus bergerak cepat mengendalikan laju kenaikan harga beras. Sebab, kenaikan harga beras tingkat medium dan premium di pasar dalam beberapa waktu terakhir telah meresahkan masyarakat.
"Jika dibiarkan akan mengerek inflasi yang pada akhirnya akan semakin membebani rakyat," kata Jazuli kepada JawaPos.com, Minggu (14/1).
Jazuli mengingatkan pemerintah pentingnya mencermati siklus panen padi yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Pasalnya, pendeknya jangka waktu impor dengan masa musim panen petani, akan menekan petani. Maka, wajar sejumlah Pemda dan petani lokal serempak menolak masuknya beras impor tersebut.
"Kenaikan harga beras di berbagai daerah ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah mengendalikan pasokan perberasan nasional. Parahnya, solusinya cuma impor. Ini menunjukkan tata niaga perberasan yang sangat buruk," tegas Jazuli.
Lebih lanjut, Jazuli memandang, pemerintah sangat lemah dalam koordinasi dan supervisi, sehingga tidak mampu mengintervensi pasar dan mengendalikan stok pangan yang ada di pasar. Apalagi ketika ada gangguan dalam rantai pasok, harga langsung naik dan pasokan berkurang drastis.
"Kebijakan impor 500 ribu ton beras ini sekaligus menunjukkan rendahnya keberpihakan dan perhatian pemerintah pada petani," tegas Jazuli.
Untuk meredam kenaikan harga beras, Jazuli menyarankan pemerintah mengevaluasi Permendag 57/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras dan Permentan 31/2017 tentang Kelas Mutu Beras.
Selain itu, tutur Jazuli, pemerintah harus berpikir keras untuk menyederhanakan rantai pasok serta perkuat peran Bulog dalam stabilitas harga dan pasokan.
"Lainnya juga perjelas peran dan fungsi Satgas Pangan serta perkuat koordinasi yang kuat lintas departemen terutama antara Mentan dan Mendag," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
