Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Agustus 2017 | 03.58 WIB

Anak Buah Oso Minta Polisi Tindak Tegas Dalang Demo FDS

Anggota Komisi X DPR asal Fraksi Hanura Dadang Rusdiana. - Image

Anggota Komisi X DPR asal Fraksi Hanura Dadang Rusdiana.

JawaPos.com - Kalangan legislator menyayangkan sekaligus prihatin atas aksi anak-anak yang dimobilisasi dalam aksi menolak Permendikbud 23/2017 yang mengatur program full day school (FDS). Ironisnya saat demo itu terjadi mereka meneriakan 'bunuh menteri’.


Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana mengatakan bahwa unjuk rasa seharusnya dapat dilakukan dengan santun. Sebab berpendapat di muka umum juga ada etikanya.


"Tidak mengeluarkan kata-kata kotor apalagi ujaran-ujaran kebencian. Masa berteriak Allahu Akbar, tapi berteriak bunuh menterinya, aneh banget," katanya kepada wartawan, Senin (14/8).


Untuk itu, politisi Hanura ini meminta aparat kepolisian untuk segera menelusuri siapa dalang  unjuk rasa tersebut. “Saya pikir tak boleh membiarkan cara berunjuk rasa dengan gaya ancam mengancam seperti itu," tegasnya.


Padahal menurut dia, sudah sangat jelas bahwa belajar 5 hari sama sekali tidak menggusur madrasah Diniyah. Bahkan tidak mengganggu sedikitpun keberadaannya.


"Ini jelas sekali. Menteri berkali menjelaskan seperti itu. Ini kan hanyaje karena kesalahpahaman, sebab tidak memahami secara utuh konsep 5 hari belajar, dan anehnya kok Istilah FDS yang dikedepankan, tidak ada itu FDS. Lebih baik gunakan dialog dengan akal sehat, bukan provokatif, apalagi ancam-mengancam," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore