
Cawapres KH.Maruf Amin saat berbincang dengan pimpinan Ponps Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo Jumat (28/9)
JawaPos.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin melanjutkan safari politiknya di Jawa Timur. Kali ini dia menyambangi pondok pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jumat (28/9).
Pantauan JawaPos.com di lokasi, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu tiba pukul 14:20 WIB. Setibanya di pondok pesantren Nurul Jadid, Ma'ruf disambut langsung oleh pimpinan pondok pesantren, Mohamad Zuhri Zaini, bersama puluhan santrinya.
Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu disambut begitu hangat di pondok pesantren Nurul Jadid. Puluhan santri yang telah menunggu kedatangannya, langsung berebut ingin mencium tangan Ma'ruf.
Ma'ruf mengatakan kedatangannya dalam rangka ajang silaturahmi dengan sesama ulama. Hal ini disebutnya membawa kegembiraan baginya.
"Silaturahim itu menggembirakan. Ketika berjumpa para kiai, tokoh masyarakat, berkumpul dengan para santri itu terasa menyenangkan. Jadi tak terasa lelahnya," ujar Ma'ruf.
Dalam pertemuan ini, Ma'ruf bersama pengurus pondok pesantren Nurul Jadid pun turut bernostalgia tentang para sesepuh NU di Jawa Timur. Seperti Kiai Imron, Kiai Wafi, Kiai Mun'im, yang dulu aktif di NU selama masa kepemimpinan Almarhum Idham Chalid.
Selain itu, cawapres Joko Widodo (Jokowi) itu juga menyarankan agar pesantren lebih meningkatkan potensi santri. Terutama dalam bidang musyawarah mencari solusi dari aspek fiqih atas persolan kekinian (berbahtsul masail).
"Pesantren perlu melatih santri agar mampu menjawab persoalan kekinian yang dihadapi umat," imbuhnya.
Di sisi lain, Ma'ruf menilai bangsa Indonesia sekarang tengah dihantui oleh beberapa konflik masyarakat. Maraknya hoax, fitnah serta ujaran kebencian yang memanfaatkan teknologi informasi, atau sosial media menjadi salah satu pemicu konflik itu terjadi.
"Kalau tidak ditanggulangi bersama, bisa seperti Syiria nanti. Karenanya, sekarang perlu kita sampaikan ke umat, bahwa yang dibutuhkan di Indonesia bukan hanya Islam kaffah. Tetapi Islam kaffah ma'al mitsaq," lanjut Ma'ruf.
"Kita perlu pengamalan nilai Islam, yang dibingkai dalam kesepakatan berbangsa. Mitsaqnya di Indonesia itu ya Pancasila dan UUD 1945. Kalau di Saudi dan negara muslim lain kan ada mamlakah, kerajaan. Kalau di Indonesia ya Republik," sambungnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
