Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Dharma Pongrekun dan Kun Wardana menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Minggu (1/9). (Luthfia Miranda Putri/Antara)
JawaPos.com - Calon Gubernur Jakarta Dharma Pongrekun menegaskan bahwa dirinya bersama Kun Wardana bukan pasangan calon (paslon) boneka. Dia membantah disiapkan untuk mencegah koalisi besar, KIM Plus, melawan kotak kosong di pilkada Jakarta. Penegasan tersebut disampaikan oleh Dharma dalam dialog yang dipandu oleh Andy F. Noya bertajuk Kahforward, Langkah Berdampak pada Sabtu malam (28/9).
Dharma menjelaskan bahwa keputusan maju dalam pilkada Jakarta adalah pilihan pribadi. Tidak didorong oleh siapa pun apalagi partai politik atau koalisi partai politik. ”Saya akan menjelaskan dengan terang benderang. Niat untuk maju adalah pilihan pribadi saya. Bahkan bukan didorong oleh pihak manapun termasuk orang tua saya. Bahkan mereka kawan-kawan saya menganggap kamu orang gila kali ya, punya duit nggak kok maju,” imbuhnya.
Pensiunan Polri dengan pangkat terakhir komisaris jenderal (komjen) itu menegaskan bahwa dia purna tugas dari kepolisian pada akhir Januari 2024. ”Saya langsung deklarasi (akan mencalonkan diri di pilkada Jakarta) tanggal 3 Februari di Gedung Juang, tanpa dorongan siapa-siapa, pemilu pilpres tanggal berapa 14 februari. Apakah sudah ada keputusan siapa yang akan jadi pemenang pilpresnya? Belum ada,” terang dia.
Bahkan, lanjut dia, saat itu belum ada KIM Plus yang mendukung dan mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta lain. Melalui penjelasan tersebut, dia ingin menyampaikan bahwa dirinya bersama Kun Wardana bukan paslon boneka yang disiapkan untuk bertarung di pilkada Jakarta. ”Kami sudah berusaha untuk bekerja, mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk disetor ke KPU. Dan sampai hari ini tidak satu pun (pihak tertentu) pernah menemui kami,” tegasnya.
Menurut Dharma, isu soal dia dan Kun Wardana adalah pasangan calon boneka sengaja digulirkan. Dia menyatakan bahwa hal itu adalah penggiringan opini. ”Saya paham namanya operasi intelijen, operasi intelijen itu selalu dibangun melalui opini dengan narasi-narasi yang mengatakan bahwa KIM Plus nanti tidak berani untuk melawan kotak kosong, sehingga akan diloloskan calon paslon independen,” ungkap mantan wakil ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tersebut.
Secara tegas, Dharma menyampaikan bahwa dirinya bersama Kun Wardana dan Tim Dharma-Kun bekerja keras untuk mendapat tiket maju dalam pilkada lewat jalur independen. Niat mereka hanya untuk mengabdi kepada masyarakat dengan membawa visi Jakartaku Aman. Semua proses politik untuk dinyatakan memenuhi syarat bertarung dalam pilkada lewat jalur independen sudah mereka lalu. ”Jadi, bukan (direkayasa), klir ya,” imbuhnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
