Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Agustus 2018 | 01.16 WIB

Gabung Jadi Caleg PDIP, 14 Purnawirawan TNI Siap Menangkan Jokowi

14 purnawirawan TNI dalam acara Pembekalan Bacaleg Purnawirawan TNI di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (1/8). - Image

14 purnawirawan TNI dalam acara Pembekalan Bacaleg Purnawirawan TNI di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (1/8).

JawaPos.com - Sebanyak 14 Purnawirawan TNI yang bergabung dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari PDIP menyatakan siap memenangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Mereka ingin Jokowi terus melanjutkan pembangunan yang sudah terbukti nyata di periode kedua nanti.


Kesiapan 14 purnawirawan TNI itu disampaikan saat acara Pembekalan Bacaleg Purnawirawan TNI di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (1/8).


Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengapresiasi kesiapan para purnawirawan TNI yang tidak diragukan lagi komitmennya terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebhinnekaan Indonesia.


“Lebih dari itu, kita sangat mengapresiasi kesiapan para purnawirawan TNI. Beliau-beliau adalah para patriot bangsa, yang nasionalismenya tidak perlu diragukan dan senafas dengan PDIP," kata Hasto di lokasi.


Dalam kesempatan itu, Hasto menegaskan bahwa PDIP adalah partai ideologis Pancasila. PDIP meneladani ide, gagasan, cita-cita, dan perjuangan Bung Karno. Di mana Bung Karno yang mencanangkan pembentukan Badan Keamanan Rakyat pada tanggal 23 Agustus 1945 sebagai cikal bakal ABRI yang kemudian menjadi TNI yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober.


"TNI adalah kekuatan pertahanan, dan penjaga kedaulatan NKRI yang harus diperkuat agar semakin disegani sebagaimana tahun 60an, di mana saat itu Angkatan Bersenjata kita terkuat di negara-negara belahan bumi selatan di bawah garus katulistiwa," katanya.


Hasto mengatakan, pembentukan angkatan bersenjata tak lepas dari dialektika pemikiran Bung Karno dalam pidato Indonesia Menggugat pada 1930, bahwa Indonesia akan merdeka ketika Pasifik membara karena Perang Dunia.


“Maka Bung Karno memilih bekerjasama dengan Jepang, dan kemudian membentuk PETA (Pembela Tanah Air) sebagai cikal bakal ABRI, yang merupakan integrasi dari seluruh kekuatan bersenjata Indonesia, mengingat revolusi fisik saat itu menghadirkan banyak laskar rakyat sebagai pembentuk jati diri TNI yang berasal dari rakyat," tuturnya.


Lebih jauh, Hasto menegaskan, PDIP selalu konsisten untuk mendorong netralitas TNI. “Namanya TNI dan Polri aktif tidak boleh berpolitik dalam negara,” tegas Hasto.


Soal netralitas ini, kata Hasto, juga didukung oleh pandangan PDIP bahwa TNI adalah alat negara. Itu juga yang membuat Presiden ke-5 RI dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak pernah memandang latar belakang identitas ketika memilih pejabat TNI.


Dengan bergabungnya para purnawirawan TNI dan Polri tersebut, maka konfigurasi caleg PDI Perjuangan semakin menunjukkan jati dirinya sebagai Rumah Kebangsaan Indonesia Raya.


Adapun 14 purnawirawan TNI yang menjadicaleg adalah, Marsda (Purn) Yan Manggesa, Laksda (Purn) Yuhastihar, Mayjen (Purn) Ch. H. Sidabutar, Mayjen (Purn) Bambang Haryanto, Marsda (Purn) Benedictus Widjanarko, Marsma (Purn) Johanes Urip Utomo, Mayjen (Purn) Eddy Kristanto, Marsda (Purn) Warsono, Kolonel (Purn) Hargo Yuwono, Mayjen (Purn) Sakkan Tampubolon, Kolonel (Purn) Agus Zulkarnain, Brigjen (Purn) Syukran Hambali, Mayjen (Purn) Sturman Pandjaitan, Kolonel (Purn) Sanius Abastari dan Kolonel (Purn) S. Marzuki.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore