Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Februari 2024 | 23.16 WIB

Suara Ganjar-Mahfud Anjlok, Pakar Sebut Jokowi Effect Pengaruhi Kemenangan Prabowo-Gibran

Capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD saat kampanye akbar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024). - Image

Capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD saat kampanye akbar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).

JawaPos.com - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapat suara paling rendah pada Pilpres 2024. Berdasarkan hasil real count KPU RI, pada Minggu (18/2), Ganjar-Mahfud hanya mendapat suara 17,57 persen secara nasional.

Ganjar-Mahfud menempati urutan bontot dari dua rivalnya. Pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka paling unggul, dengan meraih suara 57,95 persen. Disusul pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 24,48 persen.

Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan, sejumlah faktor yang membuat suara Ganjar Pranowo-Mahfud MD anjlok pada Pilpres 2024. Hal ini berbanding terbalik dengan PDI Perjuangan, yang justru meraih suara tertinggi pada Pileg 2024 mencapai 16,43 persen, yang menempatkan parpol nomor satu di parlemen.

Adi menyatakan, anjloknya suara Ganjar-Mahfud karena banyaknya pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, suara Jokowi berpengaruh besar terhadap unggulnya pasangan Prabowo-Gibran.

"Pemilih Jokowi yang dulu ke Ganjar hijrah besar-besaran ke Prabowo. Itu artinya, terjadi bedol desa pemilih Ganjar efek Jokowi dukung Prabowo-Gibran," kata Adi kepada wartawan, Minggu (18/2).

Ia mengungkapkan, kondisi ini diperparah karena Ganjar-Mahfud tak mendapatkan tambahan suara dan dukungan dari ceruk pemilih lain. Menurutnya, hasil suara Ganjar-Mahfud hanya ceruk suara dari PDIP.

"Paslon 3 ini hanya mendapat suara penuh dari basis pemilih PDIP. Tak heran suara PDIP dan Ganjar-Mahfud identik," ucap Adi.

Sementara, terkait unggulnya Ganjar-Mahfud pada pemilih luar negeri, karena karakter serta jumlah pemilih luar negeri berbeda dengan dalam negeri. Karena itu, suara Ganjar-Mahfud sabgat identik dengan PDIP.

"Beda luar negeri beda dalam negeri. Karakter pemilihnya berbeda dan jumlah pemilih luar negeri sedikit tak signifikan. Suara PDIP dan suara Ganjar-Mahfud identik di kisaran 16 hingga 17 persen," pungkas Adi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore