Ilustrasi – Pemilu 2024, MUI imbau umat Muslim untuk tidak asal memilih pemimpin negara (Kominfo.go.id)
JawaPos.com-Gelaran pesta demokrasi lima tahunan kurang beberapa hari lagi. KPU telah merilis jadwal kampanye akbar untuk tiga pasangan calon. Namun, sayangnya, pada perhelatan Pemilu 2024 kali ini tak sedikit pihak memberikan catatan merah.
Salah satunya dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Anang Jazuli selaku Presiden BEM Unair mengatakan, sejak awal, BEM Unair berupaya untuk mengikuti proses pesta demokrasi secara aktif dan partisipatif.
"Pemilu 2024 harus dilakukan secara jujur, adil, dan tanpa politik uang. Karena dengan tiga prinsip itu secara otomatis Pemilu akan berlangsung secara damai dan dapat mewujudkan Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa," jelas Anang saat dihubungi.
Namun, lanjut Anang, jika melihat kondisi per hari ini ketiga nilai tersebut masih jauh dari kata ideal secara keberlangsungan pada Pemilu 2024 kali ini. "Sehingga kami mendorong, kepada semua pihak terutama para pejabat publik dan politik bisa mendukung proses berjalannya pemilu secara jujur dan adil," imbuh Anang.
Anang menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kampus agar menentukan sikap ketika melihat kondisi dinamika politik hari ini secara institusi. Menurutnya, hal itu bukan karena pihaknya partisan tapi karena nurani sedang bekerja. "Beberapa guru besar dari FISIP Unair juga mulai berkonsolidasi untuk membuat pernyataan sikap," tegas Anang.
Lantas, bagaimana dengan kondisi di internal Unair? Anang mengungkapkan, saat ini, kondisi internal Unair pasti mempunyai pilihan yang beragam di Pemilu 2024.
"Satu hal yang kami pegang dengan mengkritik pemerintah bukan berarti kita partisan dan mendukung paslon pilihan oposisi. Kami bersuara karena memang ada nurani yang mengatakan dinamika politik hari ini secara norma dan etika tidak sesuai dengan Pemilu Luber Jurdil," terangnya.
Anang menyampaikan, Pemilu 2024 adalah partisipasi keduanya menjadi peserta pemilu. Namun, dia menyampaikan bahwa pemilu keduanya kali ini dirinya merasa gerah jika dibandingkan 2019 lalu.
"Jika pada 2019 masyarakat diadu domba dan dipolarisasi menjadi kubu cebong dan kampret. Di Pemilu 2024 ini saya melihat bahwa elite politik cenderung memperlihatkan saling melindungi kekuasaan yang sedang berjalan," paparnya. (*)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
