
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa usai melakukan Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (10/8/2022). Koalisi Indonesi
Daftar Bareng ke KPU, Usung Konsep Aneka Budaya
JawaPos.com - Momen pendaftaran partai politik kembali digunakan untuk unjuk soliditas koalisi. Setelah PKB bersama Gerindra awal pekan lalu mendaftar, kemarin giliran tiga partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) datang ke kantor KPU di Jakarta.
Tiga partai itu adalah Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dalam momen pendaftaran, KIB menggunakan konsep kebudayaan. Hal itu ditunjukkan dengan menggelar iring-iringan bernuansa seni budaya. Massa Golkar membawa marching band dan reog, PAN menampilkan tarian Papua dan Pasha Ungu, serta PPP mengusung marawis.
Seusai pendaftaran, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan, pendaftaran bersama tiga partai menunjukkan bahwa KIB solid. ”Kompak, kukuh, kuat, dan menunjukkan perlunya kebersamaan kekompakan persaudaraan kebangsaan kita,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menambahkan, pendaftaran secara bersama merupakan salah satu tahapan yang dilakukan KIB. Ke depan, masih ada tahap demi tahap yang dilakukan bersama.
Salah satu tahapan yang dijalani dalam waktu dekat adalah rapat bersama pada 14 Agustus di Surabaya. Agendanya merumuskan visi-misi yang ditawarkan koalisi.
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa menambahkan, pertemuan di Surabaya belum akan menentukan sosok capres. ”Deklarasi capres itu tunggu waktunya, harus sabar. Di Surabaya akan disampaikan visi-misi kita,” ujarnya.
Suharso menuturkan, dalam pertemuan nanti, tiga partai akan mengadakan rapat internal saja. Pihaknya tidak akan mengundang partai lain, termasuk Presiden Joko Widodo. ”(Presiden) belum diundang. Ini baru antara kami dulu,” tuturnya. Meski demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan jika ada partai lain yang berminat untuk bergabung.
Waketum Arsul Sani menambahkan, selain untuk masyarakat, visi-misi atau platform KIB perlu dirumuskan sebagai modal untuk menentukan ataupun komunikasi dengan calon presiden/wakil presiden eksternal.
”KIB harus menyodorkan platform. Sederhananya, kami mempertimbangkan untuk mengusung Anda, tetapi ini lho platform kami,” ujarnya.
Meski saat ini pihaknya berfokus untuk mengusung calon dari internal KIB, segala kemungkinan bisa terjadi. Termasuk meminang calon dari luar koalisi. Hal itu berkaitan dengan kalkulasi atau kans memenangi kompetisi.
”Setelah ada platform, kita akan diskusi dengan calon-calon potensial,” imbuhnya. Dia menyebutkan, calon dari KIB masih sangat cair. Berbagai tokoh masuk radar, mulai anggota kabinet hingga kepala daerah.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
