Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Desember 2023 | 18.49 WIB

Mensesneg Sebut Peperangan di Penjuru Dunia Saat Ini Sudah Tidak Masuk Akal

 

Pratikno, Menteri Sekretaris Negara memberikan sambutan saat acara serah terima mobil listrik BMW i7 sebagai Sustainable Mobility Partner KTT Asean Plus 2023 di Jakarta (6/6/2023). Mobil listrik BMW i7 nantinya akan digunakan bagi semua pemimpin negara y

 
JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyoroti konflik atau peperangan di sejumlah negara. Menurut dia, sudah tidak masuk akal, bahwa di era modern seperti sekarang ini masih terjadi peperangan. 
 
Pesan itu dia sampaikan secara virtual pada pembukaan Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika & Amerika Latin di Kota Bandung pada Rabu (20/18). Dia mengatakan saat ini dunia sedang dalam situasi gelisah. "Tidak masuk akal, di dunia modern masih ada perang," kata Pratikno. 
 
Dia mengatakan peperangan yang terjadi juga membawa korban anak-anak serta kaum perempuan. Negara atau kelompok yang berperang, tidak ada yang diuntungkan. "Semua kalah," kata Pratikno. 
 
Dia mengatakan dunia harus aman dan damai. Walaupun ada perbedaan. Dia bersyukur menjadi bangsa Indonesia, yang bisa tetap damai di tengah keragaman. Semangat Bhineka Tunggal Ika harus dibawa ke tingkat global. Supaya bisa tercipta masyarakat yang saling gotong royong di tengah perbedaan pandangan, agama, ideologi dan lainnya.
 
"Semoga konferensi ini menghasilkan gerakan dunia untuk perdamaian dan penghargaan pada kemanusiaan," katanya. 
 
Secara resmi konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika & Amerika Latin itu dibuka oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmad Dasuki. Dalam pidatonya, Saiful mengatakan Konferensi Moderasi Beragama Asia Afrika dan Amerika Latin menjadi tonggak penting.
 
"Selain sebagai ajang konferensi akademik, di sisi lain menjadi pengingat spirit solidaritas Bangsa Asia Afrika dan Amerika Latin," katanya. 
 
Saiful mengatakan, spirit solidaritas sebagai nilai historis Konferensi Asia Afrika (KAA) sepatutnya diteladani untuk pengembangan karakter warga negara kini. Keterlibatan yang solid dan efektif melalui pemaknaan sejarah perjuangan bangsa sebagai nilai dasar inisiasi warga negara menjadi bentuk keterlibatan dan solidaritas yang positif. 
 
Semangat KAA dapat mentransformasikan sejarah KAA yang bersifat abstrak menjadi konkret dengan penyebarluasan nilai-nilai KAA, yaitu kesetaraan, kerjasama, dan hidup berdampingan. Memperkuat dan menumbuhkan literasi dalam spirit solidaritas akan menjadi modal yang penting.
 
"Pola pikir spirit solidaritas (the past as the memories) perlu ditumbuhkan kembali saat ini untuk meraih harapan-harapan ke depan," katanya. 
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore