
Ilustrasi penjagaan gedung DPR oleh sniper dari saat digelar agenda-agenda penting yang melibatkan presiden.
JawaPos.com - Teori peluru nyasar terkait penembakan gedung DPR yang mengarah pada ruang kerja legislator di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, diragukan oleh politikus Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin. Pasalnya ada lima lantai yang menjadi sasaran dari peluru itu.
Mulai lantai 9, 10, 13, 16, dan 20. Terbaru, bekas lubang peluru didapati di ruangan Anggota Fraksi Demokrat Khotibul Umam Wiranu. Karena itu, Didi menilai ada yang tak wajar dari insiden tersebut.
"Ada sekitar lima ruangan tempat peluru-peluru yang ditembakkan bersarang. Sehingga kami bertanya-tanya, apakah masuk akal dikatakan sebagai peluruh nyasar. Apakah mungkin peluru menyasar sejauh kurang lebih 400 meter dari lokasi penembakan yang diklaim di lapangan tembak Perbakin?" ucap Didi, Rabu (17/10).
Selain yang terbaru ruangan kerja Khotibul Umam, empat ruang lain adalah milik anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw, Bambang Heri Purwanto (Golkar), Vivi Sumantri Jayabaya (Demokrat), dan Totok Daryanto (PAN).
Karena itu, kata Didi, patut dicurigai bahwa memang tembakan itu dengan sengaja dan penuh kesadaran telah diarahkan dan dibidik ke gedung DPR. Kalaupun benar nyasar karena orang latihan menembak, paling-paling nyasarnya hanya beberapa meter saja.
"Sebab sepuluh meter nyasar dari titik bidikan saja tentu sudah kejauhan, apalagi 400 meter. Masuk akalkah nyasar 400 meter ke banyak tempat? Menurut saya tidak masuk akal," tutur Wasekjen DPP Demokrat ini.
Lebih lanjut, anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menilai, penembakan dilakukan dengan kesadaran dan kesengajaan penuh. Entah itu sekadar iseng atau ada motif tertentu. Untuk itu dia meminta kepolisian egera mengusut tuntas dan menyeret pelakunya ke meja hijau.
Di sisi lain, kata dia, perlu dipikirkan pengamanan yang lebih optimal terhadap gedung parlemen. Sebab, ada ribuan orang berada di sana setiap hari. Bahkan tamu dari Wenny Warouw hampir saja tertembak kepalanya.
"Hingga sore ini saya dengar ada lima ruangan yang terkena sasaran peluru. Saya sepenuhnya menolak teori peluru nyasar. Saya meminta polisi mengusut tuntas. Bisa itu orang iseng, atau penembakan dengan motif tertentu. Keduanya tetap biadab, sebab nyawa yang jadi taruhannya," tandas Didi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
