Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 November 2018 | 21.01 WIB

Gara-gara Efek Ekor Jas, Demokrat 'Ogah-Ogahan' Dukung Prabowo-Sandi

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat bersama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat bersama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.


JawaPos.com - Sikap politik Partai Demokrat yang setengah hati mendukung Prabowo - Sandi, dinilai wajar oleh sejumlah kalangan. Salah satunya pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing.


Menurut Emrus, wajar jika Partai Demokrat tidak total atau setengah hati mendukung Pasangan nomor urut 02 itu, karena sikap beberapa kepala daerah yang merupakan kader Demokrat di beberapa daerah yang sejak awal tidak sepakat partainya mendukung Prabowo-Sandi dan justru mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.


“Menurut saya, fakta menunjukkan bahwa beberapa kepala daerah dari partai itu (Demokrat) kan tidak memberi dukungan, itu satu indikasi yang terang benderang,” kata Emrus kepada JawaPos.com, Selasa (13/11).


Selain itu, Emrus juga mengungkapkan bukti bahwa Demokrat tidak serius atau setengah hati mendukung Prabowo-Sandi, yaitu seringnya Demokrat absen dalam kegiatan Badan Kampanye Nasional (BKN) Prabowo Sandi.


“Kemudian, banyaknya sikap dan pernyataan kader Demokrat yang justru blunder dan merugikan pasangan Prabowo-Sandi,” tambahnya.


Contohnya, lanjut Emrus, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief misalnya, sering melontarkan pernyataan yang kontraproduktif dengan kepentingan Prabowo-Sandi. Mulai dari menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus. Sampai soal Sandiaga lah yang lebih terlihat ingin mendapatkan kursi RI 1 dibanding Prabowo. 


“Pernyataan-pernyataan seperti itu pasti akan merugikan capres dan cawapres yang notabene didukung oleh partainya (Demokrat),” ungkap Emrus.


Karena itu, lanjut Emrus, Demokrat tidak akan mendapatkan efek ekor jas dari Pasangan Calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bahkan, akan kecil pengaruhnya kalau semakin banyak kepala daerah dari partai mereka yang tidak memberikan dukungan.


Emrus juga menegaskan, beberapa kepala daerah memberi dukungan kepada Jokowi, dikarenakan menurut Demokrat bahwa Prabowo-Sandi yang diusung mereka tidak memberikan keuntungan insentif elektoral terhadap mereka. 


“Kalau insentif elektoralnya tinggi, pasti mereka dukung dong, karena politik itu persoalan kepentingan dalam pilpres ini. Pemilihan umum ini persoalan memperoleh kursi kan,” jelas Emrus.


Sementara itu, beberapa waktu lalu Ketua Komando Satuan Tugas Bersama atau Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyatakan bahwa partainya tak bergantung kepada efek ekor jas dari Prabowo Sandi


AHY mengklaim, Demokrat memiliki strategi sendiri untuk pemenangan pemilihan legislatif 2019 mendatang. Dan menuai reaksi dari sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore