
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat pembukaan Kongres V PDI-P di Hotel Grand Inna Bali Beach, Kamis (8/8/2019).--raka denny/jawapos
JawaPos.com - Masalah pembakaran bendera PDI Perjuangan (PDIP) oleh para pendemo di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Para kader partai berlambang banteng itu mulai turun ke jalan melancarkan protes.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjennya Hasto Kristiyanto pun bergerak cepat. Keduanya langsung mengeluarkan pernyataan yang menyatakan pihaknya akan menghormati proses hukum dengan melaporkan peristiwa itu ke Kepolisian.
Geger pembakaran bendera PKI dan PDIP pada saat aksi penolakan RUU HIP di depan Gedung DPR itu pun menjadi isu yang trending di jagat media sosial termasuk Twitter. Salah satu pegiat media sosial yang menanggapi kejadian ini adalah Denny Siregar. Dalam akunnya @dennysiregar7, dia memberi perspektif makna pembakaran bendera partai itu bagi kader PDIP.
"Membakar bendera @PDI_Perjuangan sama dengan membakar simbol partai dan jutaan kader2nya," tulis Denny dalam tangkapan layar akunnya, Jumat (26/6).
Denny juga menilai, ketika pembakaran bendera partai itu dilakukan, maka ini bukan lagi masalah personal. Namun dia memuji cara para elite PDIP yang sejak awal langsung bisa memahami situasi dengan menegaskan bahwa mereka akan memilih cara konstitusional lewat jalur hukum dalam menyelesaikan dugaan tindak pidana itu.
"Untungnya @PDI_Perjuangan bukan partai barbar. Mereka menempuh jalur hukum, itu bagus," tulisnya lagi.
Selain itu, di cuitan lainnya, Denny juga menyarankan agar bukan hanya pembakar bendera PDIP saja yang diusut. Tetapi juga orang-orang di belakang yang menggerakkan demo.
"Motor pergerakan mereka, yang memang sudah berniat memantik kerusuhan sejak awal. Kalau mereka dibiarkan, maka masalah seperti ini tidak akan pernah selesai," cuit Denny.
Sementara itu, Megawati dalam surat perintah hariannya, kemarin malam, secara tegas meminta para kader untuk terus merapatkan barisan, namun ditegaskannya pilihan menghindari upaya memeceh belah bangsa.
"Saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa," ungkap Megawati dalam surat perintahnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=FzrDA730B8M
https://www.youtube.com/watch?v=f554UbJS4Fc
https://www.youtube.com/watch?v=hMO48-gB5WI

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
