Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2020 | 19.39 WIB

Pegiat Medsos Dukung Sikap PDIP yang Tak Terprovokasi

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat pembukaan Kongres V PDI-P di Hotel Grand Inna Bali Beach, Kamis (8/8/2019).--raka denny/jawapos - Image

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat pembukaan Kongres V PDI-P di Hotel Grand Inna Bali Beach, Kamis (8/8/2019).--raka denny/jawapos

JawaPos.com - Masalah pembakaran bendera PDI Perjuangan (PDIP) oleh para pendemo di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Para kader partai berlambang banteng itu mulai turun ke jalan melancarkan protes.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjennya Hasto Kristiyanto pun bergerak cepat. Keduanya langsung mengeluarkan pernyataan yang menyatakan pihaknya akan menghormati proses hukum dengan melaporkan peristiwa itu ke Kepolisian.

Geger pembakaran bendera PKI dan PDIP pada saat aksi penolakan RUU HIP di depan Gedung DPR itu pun menjadi isu yang trending di jagat media sosial termasuk Twitter. Salah satu pegiat media sosial yang menanggapi kejadian ini adalah Denny Siregar. Dalam akunnya @dennysiregar7, dia memberi perspektif makna pembakaran bendera partai itu bagi kader PDIP.

"Membakar bendera @PDI_Perjuangan sama dengan membakar simbol partai dan jutaan kader2nya," tulis Denny dalam tangkapan layar akunnya, Jumat (26/6).

Denny juga menilai, ketika pembakaran bendera partai itu dilakukan, maka ini bukan lagi masalah personal. Namun dia memuji cara para elite PDIP yang sejak awal langsung bisa memahami situasi dengan menegaskan bahwa mereka akan memilih cara konstitusional lewat jalur hukum dalam menyelesaikan dugaan tindak pidana itu.

"Untungnya @PDI_Perjuangan bukan partai barbar. Mereka menempuh jalur hukum, itu bagus," tulisnya lagi.

Selain itu, di cuitan lainnya, Denny juga menyarankan agar bukan hanya pembakar bendera PDIP saja yang diusut. Tetapi juga orang-orang di belakang yang menggerakkan demo.

"Motor pergerakan mereka, yang memang sudah berniat memantik kerusuhan sejak awal. Kalau mereka dibiarkan, maka masalah seperti ini tidak akan pernah selesai," cuit Denny.

Sementara itu, Megawati dalam surat perintah hariannya, kemarin malam, secara tegas meminta para kader untuk terus merapatkan barisan, namun ditegaskannya pilihan menghindari upaya memeceh belah bangsa.

"Saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa," ungkap Megawati dalam surat perintahnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=FzrDA730B8M

https://www.youtube.com/watch?v=f554UbJS4Fc

https://www.youtube.com/watch?v=hMO48-gB5WI

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore