
Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus. (for JawaPos.com)
JawaPos.com - Sikap Bupati Klaten Sri Mulyani dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk korban terdampak Covid-19 disorot anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus.
Menurut Guspardi, sikap Sri Mulyani sengaja mencari panggung dalam penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk masyarakat Klaten. Bentuk cari panggungnya dengan menempelkan stiker bergambar Sri Mulyani dari setiap paket bantuan tersebut. Sikap itu sangat tidak beretika.
"Kepala daerah jangan memanfaatkan keadaan Covid-19 ini untuk menjadi panggung," Guspardi Gaus kepada JawaPos.com, Rabu (29/4).
Politikus PAN itu meminta setiap pejabat di republik ini untuk lebih bijak menyikapi penanganan wabah covid-19. Para pejabat terutama kepala daerah, diminta tidak memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah untuk mencari panggung demi kepentingan politik ataupun pribadi.
Anggota DPR asal dapil Sumbar II itu menegaskan, bantuan yang bersumber dari negara, baik itu APBN maupun APBD tidak boleh beratribut identitas pribadi seorang pejabat. "Berbeda kalau bantuan yang diberikan berasal dari kantong pribadi pejabat itu," ungkapnya.
"Kalau perlu KPK ikut turun tangan dalam penyaluran bantuan Covid-19. Kalau memanfaatkan untuk kepentingan pribadi sama saja dengan korupsi," tandasnya.
Photo
Hand sanitizer berstiker Bupati Klaten Sri Mulyani. Hand sanitizer
merupakan bantuan untuk korban terdampak Covid-19. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Dilansir Jawa Pos Radar Solo, Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku tidak berniat untuk memanfaatkan momen di tengah pandemi Covid-19. "Secara pribadi saya berbuat untuk rakyat saya. Saya berusaha memberikan yang terbaik, tetapi di sisi lain ada kekeliruaan,” jelas Bupati Klaten Sri Mulyani saat ditemui Jawa Pos Radar Solo usai meninjau Hotel Edotel di SMK N 3 Klaten, Selasa (28/4).
Terkait polemik botol hand sanitizer bantuan kemensos yang ditempel stiker bergambar dirinya, Sri Mulyani mengaku itu sudah mengambil hikmahnya. Dia menganggap itu bagian dari introspeksi diri.
“Pada intinya sudah clear bahwa sembako, karena unggahan pertama kaitannya sembako. Yang tempelan DPC itu murni sembako dari ketua DPC PDIP (Sri Mulyani). Ada kekeliruan penempelan pada hand sanitizer. Jadi ini murni kesalahan, tidak ada niatan maupun kesengajaan momen-momen ini,” jelasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=c2LiwqdW188
https://www.youtube.com/watch?v=zARofupJL3g
https://www.youtube.com/watch?v=MfoSgjABnss

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
