
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Inspektur Jenderal (Irjen) Listyo Sigit ditunjuk untuk mengisi posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Jabatan itu sebelumnya diisi oleh Kapoli Jenderal Idham Azis.
Namun, belum juga dilantik, Listyo sudah diminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.
"Kami berharap bahwa kerjasama antara KPK dengan Polri akan menjadi lebih bagus lagi kedepannya. Selamat atas terpilihnya beliau (Irjen Listyo Sigit) sebagai Kabareskrim. Kita juga berharap bahwa Kabareskrim baru akan segera menyelesaikan kasus yang menimpa Mas Novel," kata Laode di Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (6/12).
Selain itu, Laode juga berharap kasus teror yang dialaminya serta Ketua KPK Agus Rahardjo, bisa diungkap oleh Sigit. Karena hingga kini, kasus teror terhadapnya dan Agus pun masih belum terungkap.
"Termasuk kasus yang lempar bom di rumah saya dengan yang pasang bom di rumahnya Pak Agus ya kita berharap bahwa dalam Kabareskrim yang baru hal itu bisa segera diselesaikan," jelas Laode.
Senada dengan Laode, Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo menyatakan, terpilihnya Listyo Sigit sebagai Kabareskrim merupakan harapan baru untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
"Apalagi Sigit juga sudah dikenal lama dan sering berkomunikasi dengan kami, sehingga sudah kami anggap sahabat karena figur beliau yang reformis dan antikorupsi. Secepatnya setelah beliau dilantik, kami akan meminta jadwal waktu untuk bertemu dalam rangka penuntasan kasus bang Novel," ujar Yudi.
Yudi menambahkan, apalagi saat ini telah memasuki tenggat waktu penyelesaian kasus Novel yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo. Dia pun berharap, Presiden Jokowi dapat menentukan batas waktu yang spesifik dalam pengungkapan kasus Novel. Mengingat pengungkapan kasus ini terkesan berlarut-larut.
"Sekali lagi kami harap terpilihnya Kabareskrim baru juga merupakan harapan baru setidaknya sebelum 2019 ini berakhir, bisa terungkap pelakunya. Karena Januari 2020, kasus penyiraman air keras ini sudah 1.000 hari sejak 11 April 2017," pungkasnya.
Untuk diketahui, penyidik senior KPK Novel Baswedan diserang air keras pada April 2017 lalu. Namun, hingga dua tahun dan delapan bulan, polisi masih belum juga mengungkapnya.
Sementara itu, teror terhadap Agus dan Laode terjadi pada 9 Januari 2019. Rumah Agus di Jalan Graha Indah VIII di Jatiasih, Kota Bekasi, diteror bom. Sedangkan rumah Syarif di Kalibata, Jaksel, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
