Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Mei 2019 | 04.11 WIB

Ryamizard: Masa Negara Demokrasi Mau Bunuh-bunuhan

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu - Image

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengimbau kepada masyarakat agar jangan lagi membuat demo yang menimbulkan kerusuhan seperti 22 Mei lalu. Pasalnya, saat ini sudah tidak ada lagi kubu 01 atau 02.

‎"Saya imbau kepada masyarakat. Kita usahakan tidak terjadi seperti itu (rusuh 22 Mei). Sekarang tidak ada lagi kubu-kubuan," ujar Ryamizard di Kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (30/5).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini tidak melarang masyarakat melakukan aksi unjuk rasa. Namun aksi itu bisa dilakukan secara damai. Tidak membuat kerusuhan sehingga semuanya merugi.‎

"Demo ya pakai mulut, masa pakai batu. Apalagi ke polisi. Kasihan sampai dilempari. Dia petugas enggak tahu apa-apa, kepalanya sampai bocor," katanya.

Ryamizard berharap selesai Pemilu 2019 ini masyarakat bisa bersatu. Jangan lagi ada ribut-ribut. Karena dampaknya adalah perpecahan. Sudah saatnya merajut tali persatuan.

"Untuk apa ribut-ribut. Akhirnya kita pecah karena politik, kita pecah karena pemilu. Kalau bangsa ini pecah untuk apa ada Pemilu. Masa negara demokrasi mau bunuh-bunuhan," katanya.

Lebih lanjut, Ryamizard juga meminta semua pihak untuk mengisi bulan Ramadan ini dengan memeperbanyak amal ibadah dan doa. Ketimbang ribut-ribut yang hanya membuat masyarakat pecah.

"Kalau bulan puasa melakukan yang enggak baik itu pasti itu perbuatan setan. Setelah puasa harusnya begitu juga, sudah bersih masa berbuat kotor lagi," pungkasnya.

Sekadar informasi, massa melakukan aksi dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 22 Mei. Massa terlibat bentrokan dengan petugas kepolisian. Dalam bentrokan tersebut massa banyak merusak fasilitas umum. Bahkan sebuah pos polisi di kawasan Sarinah juga dibakar oleh massa.

Delapan orang dinyatakan meninggal dunia akibat bentrokan yang terjadi dengan aparat kepolisian. Sementara 58 korban dirawat di lima rumah sakit berbeda di ibu kota.

Setidaknya 257 perusuh di Aksi 21-22 Mei telah ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya.‎ Adapun barang bukti yang diamankan petugas kepolisian adalah mercon, busur panah, bom molotov, dan amplop berisi uang Rp 200 sampai Rp 500 ribu.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore