Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 November 2015 | 00.25 WIB

Pendukung Jokowi Sebut JK Mestinya Juga Direshuffle

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. - Image

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

JawaPos.Com - ‎Isu perombakan kabinet (reshuffle) kian santer terdengar. Kabarnya, reshuffle jilid II di pemerintahan Joko Widodo itu untuk memperbaiki kinerja perekonomian, sekaligus mengakomodasi masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam barisan pendukung pemerintahan.



Namun, Perhimpunan Kedaulatan Rakyat yang pada pemilu presiden lalu menjadi pendukung Joko Widodo- mengingatkan agar presiden yang beken disapa dengan nama panggilan Jokowi itu tak asal memilih menteri dalam reshuffle jilid II. Menurut Sekjen Perhimpunan Kedaulatan Rakyat Khalid Zabidi, sudah semestinya Jokowi belajar dari kesalahan reshuffle jilid I.



Khalid mengatakan, Jokowi harus bisa merekrut pembantu di kabinet yang bisa menerapkan Nawacita. "Kalau Jokowi tidak mereshuffle ‎menterinya dengan benar, tunggu kemalangan di 2016 yang akan memuncak," katanya pada sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Minggu (8/11).



Khalid pun mengingatkan Jokowi agar berhati-hati dalam melakukan reshuffle. Sebab, kini tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan terus tergerus.



"Jokowi harus sadar, 50 persen kepercayaan publik menipis. Itu early warning," ujar Khalid.



Karenanya, Jokowi harus memilih menteri-menteri yang sejalan untuk mewujudkan janji-janjinya saat kampanye pilpres lalu. Harapannya, reshuffle di era pemerintahan Jokowi cukup dua kali saja.



‎"Setelah reshuffle jilid II, tidak boleh ada reshuffle lagi. Copot menteri-menteri yang salah. Rakyat ingat janji, hati-hati berjanji pada rakyat," tutur dia.



Lalu, siapa menteri yang harus diganti? Khalid langsung menyebut nama. Antara lain Menko PMK Puan Maharani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menpora Imam Nahrawi, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.



Selain itu, kata Khalid, pihak yang harusnya dicopot adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Karena JK memelihara kegaduhan hitam. Tapi dia impeachment lewat parlemen‎," tandasnya.(dna/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore