
Mantan Ketua DPR Setya Novanto bersama Kotjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/12)
JawaPos.com - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku telah banyak mendapat pelajaran selama mendekam di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Sebagai informasi, Novanto telah tujuh bulan mendekam di sana. Persisnya sejak 4 Mei 2018 lalu.
Terpidana korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) itu mengaku hidup di Sukamiskin bagaikan menjalani kehidupan di pondok pesantren. Novanto belajar untuk menghafal doa sehari-hari.
"Semua doa udah (dipelajari) semua. Belajar berdoa, bangun pagi 03.30 WIB. Doa ke masjid yaudah ikutin aja. Namanya pesantren kan, belajar betul-betul," kata Novanto saat ditemui di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut banyak berdoa agar para pihak yang dia sudah zalimi, dapat memaafkan segala kesalahannya.
"Ya berdoa supaya yang dizalimi memaafkan. Yang dizalimi kita maafkan seikhlas-ikhlasnya," pungkasnya.
Untuk diketahui, Novanto sudah di ekseksusi ke Lapas Sukamiskin sejak 4 Mei 2018. Novanto divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.
Novanto terbukti merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun dalam pengadaan e-KTP.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
