Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Desember 2018 | 06.25 WIB

Ingatkan Kader, Djarot: Jangan Takut Sama Para Genderuwo

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat bersama mencium tangan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. Djarot meminta para kader PDIP tak - Image

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat bersama mencium tangan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. Djarot meminta para kader PDIP tak

JawaPos.com - ‎Saat ini banyak serangan hoaks yang di media sosial. Para oknum saling menjatuhkan salah satu pasangan capres-cawapres. Bahkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga kena serangan hoaks.


‎Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat meminta agar kader partainya tidak cengeng ketika menemukan serangan hoaks yang bertubi-tubi. Di masa jelang pemilu serentak 2019, semua kader partai harus siap tempur.


"Jangan cengeng. Ada yang datang dan bilang, 'pak kita diserang hoaks'. Ya lawan. Kita adalah PDIP, pengusung Pancasila, lawan dari kapitalisme," kata Djarot Saiful Hidayat dalam konsolidasi PDIP di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (14/12).


"Ditakut-takutin para genderuwo gitu saja, masa takut?" tambahnya.


Menurut dia, kader PDIP harus semakin aktif melawan hoaks dan ujaran kebencian. Namun bukan dilawan dengan hal serupa. 


"Kejar pelakunya, dan berikan pencerahan. Apa yang sebenarnya. Itulah cara kita melawan dengan kasih sayang," ungkapnya.


‎Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengingatkan kepada ribuan kader banteng ini jangan melupakan sejarah masa lalu. PDIP pada periode tahun 90-an silam mendapat tekanan berbagai pihak namun tetap bertahan.


Untuk itu kader PDIP jangan menjadi 'cengeng' dan tidak tahan banting terhadap rintangan ‎dan tekanan dalam kondisi apapun.


"Sejatinya kita difitnah, dihujat dengan cara apa pun. Pada tahun 97 kita tidak boleh ikut pemilu. Pada tahun 96 kantor partai diserang, pada tahun 93 kongres di Sukolilo diintervensi luar biasa, kemudian juga ada kongres di Medan," ujar Hasto.


Lebih lanjut Hasto mengatakan PDIP bisa menjadi besar karena dukungan rakyat. Dengan demikan kekuatan gotong royong dan salim membantu adalah simbol kekuatan partai yang diketuai oleh Megawati Soekarnoputri ini.


"Kita ini bukan partai kemarin sore. Kita ini partai yang kenyang dalam penggelembengan sejarah. Dalam ujian sejarah kita bisa survive karena kita percaya pada kekuataan bersama," katanya.‎(gwn/Gunawan Wibisono)

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore