
Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo
JawaPos.com - Penangkapan para aktivis menjelang aksi super damai 2 Desember 2016 dianggap mengingatkan masyarakat pada pemerintahan Orde Baru sebelum diruntuhkan.
Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai, tindakan Polri terkesan represif hingga mengundang reaksi publik ketika menangkap aktivis dini hari sebelum salat Jumat di Monas diselenggarakan.
"Ini kan mengingatkan kita pada cara cara pemerintahan sebelumnya (Orde Baru). Sementara pemerintahan ini lahir dari reformasi," tegas pria yang akrab disapa Bamsoet itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/12).
Menurut dia, seharusnya cara-cara penangkapan itu dihindari. "Masih banyak cara elegan yang tidak melanggar kesepakatan demokrasi yang saat ini menjadi pilihan kita," seru Bamsoet.
Di dalam demokrasi, bebernya, pendapat tidak boleh dibatasi. Begitu pula apa yang dilakukan tokoh-tokoh tersebut hanyalah perkataan tidak dalam perbuatan.
Kecuali, jika mereka menggunakan kekuatan yang mengarah pada menduduki DPR dengan dukungan materi dan militer yang kuat.
Mereka hanya menggelar rapat kecil bukanlah makar. Sebab, jika makar biasanya seluruh universitas bergerak serentak dengan adanya mimbar bebas.
"Apakah itu sudah menakutkan? Semoga ini tidak terulang lagi di peristiwa mendatang. Apa lagi yang ditangkap adalah aki-aki dan ninik-ninik," sebutnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, agar pemerintah tidak perlu takut digulingkan. Sebab, kekuatan pemerintah di parlemen begitu kuat.
"Menguasai parpol, di kampus tidak ada gerakan, apalagi Presiden Jokowi masih dicintai masyarakat, jadi rattingnya bagus," pungkas politikus Partai Golkar itu. (dna/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
