
TATANG MAHARDIKA, Wartawan Jawa Pos
Oleh Tatang Mahardika, wartawan Jawa Pos
PELE di usia 17 tahun: dengan sepak bola ’’puitik’’ yang lahir dari futebol-arte buah silang kultural di Brasil, membawa negaranya juara di Piala Dunia 1958 dengan penanda sebuah gol di final yang dikenang sebagai salah satu yang terindah.
Wayne Rooney di usia 17 tahun: gaya ’’berandalan’’ khas sepak bola jalanan anak-anak kalangan buruh membawanya ke tim nasional Inggris dan Manchester United di mana di keduanya dia kemudian menjadi pencetak gol terbanyak.
Tapi, di usia yang sama pula, seorang remaja berbakat bisa terperosok seperti Santiago Santamaria, pemain terbaik di Kejuaraan Dunia U-17 (per 2007 menjadi Piala Dunia U-17) 1997 yang bahkan gagal menembus timnas Spanyol kala menginjak fase senior. Atau jadi semacam pitawat ’’jangan seperti Nii Lamptey”, mengacu layunya pemain terbaik Kejuaraan Dunia U-17 1991 tersebut sebelum berkembang menjadi pesepak bola hebat seperti diprediksi banyak orang.
Usia 17 tahun memang persimpangan. Di depan sana, segala ’’what could have been” bisa terjadi.
Seandainya Neymar menjadi golden ball winner pada Piala Dunia U-17 2009, dengan segala keflamboyanannya, bukannya terlecut, jangan-jangan dia malah ayun-temayun dalam kesuksesan dini.
Apa yang terjadi seandainya Toni Kroos terpancing untuk keluar dari Bayern Muenchen, demi uang yang lebih besar, setelah menjadi pemain terbaik edisi 2007? Akankah Victor Osimhen bakal setajam sekarang seandainya tak sabar menjalani proses peminjaman di klub Belgia Charleroi tiga tahun setelah dia merebut golden ball di Piala Dunia U-17 2015?
Karena itu, nikmati saja pertunjukan bakat-bakat natural dari penjuru dunia di Piala Dunia U-17 ini. Di usia mereka atau di bawahnya, sepak bola yang dimainkan sepatutnyalah sepak bola kegembiraan yang tidak digelayuti target, kontrak, atau komersialisasi.
Tentu ini juga berlaku untuk Indonesia U-17. Biarkan mereka bebas berekspresi sebagaimana Pele datang ke Piala Dunia 1958 dengan semangat football-arte yang digambarkan sosiolog Gilberto Freyre dalam bukunya ’’Masters and Slaves” sebagai ’’perayaan kreativitas dan spontanitas individu”.
pBaca Juga: Opening Piala Dunia Hari Ini di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Bagikan Tiket Gratis ke Ribuan Pelajar
Sudah pasti mereka akan melakukan kesalahan, siapa yang tidak? Di usia ketika jakun mulai terlihat, emosi juga gampang lepas. Tapi, seperti itu juga Rooney di usia remajanya. Dari sana dia belajar, dari sana pula Iqbal Gwijangge dkk dan semua yang berlaga di empat stadion di Indonesia mulai hari ini bisa memetik pelajaran.
Ekspektasi berlebihan adalah musuh yang bakal mematikan bakat dan kemampuan. Dalam testimoninya, meski merasa terhormat, Lamptey mengaku betapa terbebaninya dia ketika sebutan ’’The Next Pele’’ disematkan oleh Pele sendiri. Freddy Adu yang sempat jadi harapan terbesar sepak bola Amerika Serikat juga terkubur oleh pengharapan yang melampaui kewajaran.
pialaBaca Juga: Ukir Sejarah di Hari Pahlawan, Intip Susunan Pemain Timnas Indonesia U-17 Hadapi Ekuador di Piala Dunia U-17
Yang juara atau tidak di Piala Dunia 2023 ini sama-sama punya peluang untuk menjadi besar di kemudian hari. Gelar pemain terbaik juga sama sekali bukan jaminan masa depan cerah.
Sebab, usia 17 tahun hanya persimpangan. Di depan sana juga ada Kroos, Lamptey, dan banyak sekali pemain yang bisa jadi cermin.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
