
Presiden AS Donal Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino. (Istimewa)
JawaPos.com - Wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim kembali menjadi pembahasan hangat di dunia sepak bola. Gagasan yang didukung Presiden FIFA Gianni Infantino itu diyakini dapat membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di ajang paling bergengsi tersebut.
Namun, usul tersebut juga menuai banyak kritik dari berbagai konfederasi. Ide memperluas jumlah peserta pertama kali diajukan oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).
Mereka mengusulkan agar Piala Dunia 2030 yang bertepatan dengan perayaan 100 tahun turnamen digelar dengan 64 peserta sebagai edisi spesial. Menurut CONMEBOL, format baru itu akan membuat lebih banyak negara bisa ikut merasakan atmosfer Piala Dunia.
Selain itu, semakin banyak tim yang tampil diharapkan dapat mempercepat perkembangan sepak bola di berbagai belahan dunia. Gianni Infantino pun memberikan sinyal positif terhadap gagasan tersebut. Dia menilai negara-negara kecil membutuhkan kesempatan lebih besar agar memiliki motivasi untuk terus berkembang dan bersaing di level internasional.
Meski demikian, dukungan terhadap rencana itu belum sepenuhnya bulat. Presiden UEFA Aleksander Ceferin secara terbuka menyebut usulan tersebut sebagai ide yang kurang tepat.
Hal serupa juga disampaikan Presiden CONCACAF Victor Montagliani dan Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim yang khawatir ekspansi berlebihan justru mengganggu keseimbangan kompetisi. Selain kualitas pertandingan, aspek teknis juga menjadi perhatian.
Penambahan menjadi 64 tim berarti jumlah pertandingan akan meningkat signifikan. FIFA harus menyiapkan lebih banyak stadion, lapangan latihan, hotel, transportasi, hingga sistem keamanan untuk mendukung penyelenggaraan turnamen.
Belum lagi tantangan perubahan iklim yang membuat penyelenggaraan pertandingan pada siang hari semakin sulit dilakukan di sejumlah negara. Faktor tersebut diperkirakan akan membuat proses penentuan tuan rumah Piala Dunia di masa depan semakin rumit.
Di sisi lain, format 64 tim juga membawa keuntungan dari sisi ekonomi. Bertambahnya jumlah pertandingan diperkirakan akan meningkatkan pendapatan FIFA melalui hak siar televisi, sponsor, hingga penjualan tiket.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022