
Didier Deschamps menutup 14 tahun kepemimpinannya bersama timnas Prancis dengan hasil negatif. Prancis takluk 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. (Dok. Instagram/@equipedefrance)
JawaPos.com - Didier Deschamps menutup 14 tahun kepemimpinannya bersama timnas Prancis dengan hasil negatif. Les Bleus -julukan Prancis- takluk 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Minggu (19/7).
Akhir pahit itu bahkan sudah terasa sejak awal babak pertama. Tepatnya ketika Declan Rice membuka keunggulan Inggris saat laga baru berjalan tiga menit. Prancis kemudian tak mampu bangkit dan justru tertinggal 0-4 saat turun minum.
Hasil di babak pertama itu menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Les Bleus. Untuk pertama kalinya sejak 1968, Prancis tertinggal empat gol saat jeda. Mereka juga kebobolan enam gol untuk pertama kalinya sejak takluk 2-6 dari Swiss dalam laga uji coba pada 1960.
Meski tertinggal empat gol, Deschamps sebenarnya tidak menyerah. Dia sempat memberikan speech yang membangkitkan semangat tim. “Pelatih memberikan pidato yang luar biasa saat jeda. Dia terutama berbicara tentang harga diri dan kewajiban memberikan segalanya demi seragam timnas Prancis,” ujar gelandang Aurelien Tchouameni dikutip dari L’Equipe.
Selain itu, Deschamps juga melakukan empat pergantian pemain sekaligus, termasuk menarik Rayan Cherki yang kabarnya sempat mengabaikan instruksinya di babak pertama. Perubahan pun langsung terlihat. Prancis bangkit lewat dua gol Kylian Mbappé dan satu gol Bradley Barcola. Namun, kebangkitan tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Les Bleus dari kekalahan.
Deschamps berusaha melihat sisi positif dari kekalahan itu. “Setidaknya permainan kami mulai terlihat seperti tim yang sebenarnya. Tidak semuanya harus dibuang. Tim ini memiliki banyak pemain muda berbakat dan kualitas untuk meraih hasil-hasil besar,” ucapnya optimistis.
Setelah laga usai, perhatian para pemain tidak lagi tertuju pada skor. Mereka tetap memberikan penghormatan kepada Deschamps yang menjalani laga terakhirnya sebagai pelatih Les Bleus. “Pertandingan ini tidak akan menghapus status Didier Deschamps sebagai legenda,” tegas Mbappe dikutip dari L’Equipe.
Gelandang Aurelien Tchouameni pun kecewa karena tidak bisa memberikan kado perpisahan untuk Deschamps. “Kami benar-benar ingin memenangkan pertandingan ini, terutama untuk pelatih. Sayangnya, itu tidak berjalan sesuai harapan,” ucap Tchouameni.
Bek Jules Kounde mengatakan jika Deschamps sangat emosional saat menyampaikan pidato terakhirnya di ruang ganti. “Dia mengucapkan terima kasih atas tahun-tahun yang kami lalui bersama, untuk turnamen ini, dan atas semua yang telah kami berikan,” tuturnya.
Deschamps mengakhiri masa jabatannya sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah Les Bleus. Selama 14 tahun memimpin Prancis, dia membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2018, menjadi finalis pada 2022, dan menembus empat besar pada edisi 2026.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
