
Penyerang Swiss, Breel Embolo, diganjar kartu merah saat melawan Argentina. (FIFA)
JawaPos.com - Langkah Argentina ke semifinal Piala Dunia 2026 kembali dibayangi kontroversi. Setelah mengalahkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu, sorotan justru tertuju kepada keputusan wasit dan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) yang memicu protes keras dari kubu Swiss.
Pertandingan perempat final yang berlangsung sengit itu sempat berjalan seimbang hingga memasuki fase krusial di babak kedua.
Namun, momentum berubah ketika penyerang Swiss, Breel Embolo, menerima kartu kuning kedua akibat dianggap melakukan diving.
Insiden tersebut bermula ketika wasit Joao Pinheiro lebih dulu memberikan kartu kuning kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes, karena dinilai melanggar Embolo.
VAR kemudian melakukan pemeriksaan dan meminta wasit meninjau ulang kejadian tersebut melalui monitor di pinggir lapangan.
Setelah melihat tayangan ulang, keputusan berubah drastis. Paredes dibebaskan dari pelanggaran, sementara Embolo justru dinilai melakukan simulasi dan langsung menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Keputusan itu memancing kemarahan para pemain Swiss. Mereka mengepung wasit dan melayangkan protes, tetapi keputusan tetap tidak berubah.
Bermain dengan 10 orang membuat Swiss kehilangan keseimbangan permainan sebelum akhirnya Argentina memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez di babak tambahan.
Bek Swiss, Manuel Akanji, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik kepemimpinan wasit. Menurutnya, hampir seluruh keputusan penting pada pertandingan tersebut lebih banyak menguntungkan Argentina.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
