
Timnas Curacao naik bus sekolah berwarna biru tua. (@trtspor/X)
JawaPos.com - Piala Dunia identik dengan aturan ketat, jadwal padat, dan fokus penuh terhadap pertandingan. Banyak tim nasional memilih mengisolasi para pemain selama turnamen berlangsung agar konsentrasi mereka tidak terganggu. Namun, Curacao mengambil jalan berbeda pada Piala Dunia 2026.
Negara Karibia tersebut menjadi satu-satunya peserta yang mengizinkan para pemain tinggal bersama pasangan dan berinteraksi secara rutin dengan keluarga selama kompetisi berlangsung. Bahkan, federasi sepak bola Curacao turut membiayai perjalanan keluarga pemain agar dapat mendampingi skuad sepanjang turnamen piala dunia.
Kebijakan ini menarik perhatian karena berbeda dari pendekatan yang umum diterapkan banyak tim nasional di level tertinggi sepak bola dunia. Di saat sebagian besar negara membatasi akses keluarga demi menjaga fokus pemain, Curacao justru percaya bahwa kehadiran orang-orang terdekat dapat memberikan dampak positif terhadap performa di lapangan.
Baca Juga:Kisah Stale Solbakken Bangkit dari Kematian hingga Bawa Timnas Norwegia Bersinar di Piala Dunia 2026
Dokter timnas Curacao Suzanne Huurman menjelaskan, para pemain diperbolehkan berbagi kamar dengan pasangan mereka. Jika pemain memiliki anak, keluarga akan mendapatkan kamar tambahan agar tetap bisa tinggal bersama selama turnamen.
“Para pemain bisa berbagi kamar dengan pasangannya dan, ketika ada anak-anak, keluarga mendapatkan kamar tambahan. Ini cukup unik dalam sepak bola internasional,” ujar dia.
Menurut Huurman, keputusan tersebut bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian dari budaya masyarakat Curacao yang sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Kehangatan, kebersamaan, dan hubungan keluarga yang erat menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di negara kepulauan tersebut.
Baca Juga:Jurgen Klopp Soroti Kegagalan Timnas Turki di Piala Dunia 2026, Sebut Tekanan Jadi Faktor Utama
Pendekatan ini juga didasari perhatian terhadap kesehatan mental para pemain. Dalam turnamen sebesar Piala Dunia, tekanan yang dirasakan atlet sering kali sangat tinggi.
Ekspektasi publik, sorotan media, hingga tuntutan untuk tampil maksimal dapat memengaruhi kondisi psikologis pemain. Dengan kehadiran keluarga di sekitar mereka, para pemain diharapkan memiliki ruang yang lebih nyaman untuk melepas tekanan setelah pertandingan maupun sesi latihan.
Dukungan emosional dari pasangan dan anak-anak dinilai mampu membantu menjaga keseimbangan mental selama menjalani kompetisi yang berlangsung dalam waktu cukup panjang. Langkah Curacao menunjukkan bahwa persiapan menuju kesuksesan tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022