Endrick mengalami penurunan performa di Lyon. (Instagram/@endrick)
JawaPos.com - Brasil memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Tim asuhan Carlo Ancelotti hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga pembuka Grup C di Stadion MetLife, Sabtu malam.
Sebagai pemilik lima gelar juara dunia, Selecao selalu datang ke turnamen dengan ekspektasi tinggi. Namun, Maroko justru mampu membuat Brasil kesulitan sepanjang pertandingan.
Tim asal Afrika Utara itu mendominasi lini tengah, memaksa Brasil melakukan banyak kesalahan, dan nyaris membawa pulang kemenangan jika bukan karena gol penyeimbang dari Vinicius Junior.
Baca Juga:Zlatan Ibrahimovic Puji Kepemimpinan Carlo Ancelotti: Dia Seorang Manajer, Bukan Sekadar Pelatih
Di tengah performa yang kurang meyakinkan tersebut, satu keputusan Ancelotti menjadi sorotan besar: mengapa ia memilih Igor Thiago sebagai starter dan tidak memberikan kesempatan kepada Endrick?
Melansir Sporting News, keputusan Ancelotti sebenarnya memiliki dasar yang cukup kuat. Striker Brentford berusia 24 tahun itu baru saja menjalani musim yang impresif di Liga Inggris dengan torehan 22 gol dari 38 pertandingan.
Catatan tersebut membuat Thiago finis di posisi kedua dalam perebutan Sepatu Emas Liga Primer, hanya kalah dari Erling Haaland yang mengoleksi 27 gol.
Berkat performa tersebut, Ancelotti memasangnya sebagai ujung tombak utama dalam formasi 4-4-2 bersama Vinicius Junior. Peran Thiago adalah menjadi target man di kotak penalti, sementara Vinicius diberi keleluasaan untuk bergerak lebih bebas.
Sayangnya, kepercayaan yang diberikan Ancelotti tidak dibalas dengan performa yang memuaskan.
Igor Thiago tampil jauh di bawah ekspektasi. Dalam 65 menit bermain, ia hanya mencatatkan 16 sentuhan, lima operan sukses, dan dua tembakan.
Baca Juga:Kata-kata Carlo Ancelotti Jelang Timnas Brasil vs Maroko: Kami Mampu Bersaing dengan Tim Mana Pun
Peluang terbaiknya datang pada menit ke-14 ketika ia gagal memanfaatkan sundulan dari posisi terbuka. Kesempatan lain pada babak kedua juga berakhir mengecewakan setelah tembakannya terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Maroko.
Secara statistik, dua peluang yang didapat Thiago memiliki nilai expected goals (xG) sebesar 0,59. Namun, kualitas penyelesaian akhirnya sangat buruk dengan hanya menghasilkan 0,15 expected goals on target (xGOT).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022