Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 17.48 WIB

Mengapa Carlo Ancelotti Lebih Memilih Igor Thiago Ketimbang Endrick di Laga Pembuka Piala Dunia?

Endrick mengalami penurunan performa di Lyon. (Instagram/@endrick)

JawaPos.com - Brasil memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Tim asuhan Carlo Ancelotti hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga pembuka Grup C di Stadion MetLife, Sabtu malam.

Sebagai pemilik lima gelar juara dunia, Selecao selalu datang ke turnamen dengan ekspektasi tinggi. Namun, Maroko justru mampu membuat Brasil kesulitan sepanjang pertandingan.

Tim asal Afrika Utara itu mendominasi lini tengah, memaksa Brasil melakukan banyak kesalahan, dan nyaris membawa pulang kemenangan jika bukan karena gol penyeimbang dari Vinicius Junior.

Di tengah performa yang kurang meyakinkan tersebut, satu keputusan Ancelotti menjadi sorotan besar: mengapa ia memilih Igor Thiago sebagai starter dan tidak memberikan kesempatan kepada Endrick?

Modal Besar Igor Thiago

Melansir Sporting News, keputusan Ancelotti sebenarnya memiliki dasar yang cukup kuat. Striker Brentford berusia 24 tahun itu baru saja menjalani musim yang impresif di Liga Inggris dengan torehan 22 gol dari 38 pertandingan.

Catatan tersebut membuat Thiago finis di posisi kedua dalam perebutan Sepatu Emas Liga Primer, hanya kalah dari Erling Haaland yang mengoleksi 27 gol.

Berkat performa tersebut, Ancelotti memasangnya sebagai ujung tombak utama dalam formasi 4-4-2 bersama Vinicius Junior. Peran Thiago adalah menjadi target man di kotak penalti, sementara Vinicius diberi keleluasaan untuk bergerak lebih bebas.

Penampilan yang Mengecewakan

Sayangnya, kepercayaan yang diberikan Ancelotti tidak dibalas dengan performa yang memuaskan.

Igor Thiago tampil jauh di bawah ekspektasi. Dalam 65 menit bermain, ia hanya mencatatkan 16 sentuhan, lima operan sukses, dan dua tembakan.

Peluang terbaiknya datang pada menit ke-14 ketika ia gagal memanfaatkan sundulan dari posisi terbuka. Kesempatan lain pada babak kedua juga berakhir mengecewakan setelah tembakannya terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Maroko.

Secara statistik, dua peluang yang didapat Thiago memiliki nilai expected goals (xG) sebesar 0,59. Namun, kualitas penyelesaian akhirnya sangat buruk dengan hanya menghasilkan 0,15 expected goals on target (xGOT).

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore