
Ismail Bouneb (kiri) jadi penentu Les Bleus Junior melaju ke babak final/sumber: Radar Surabaya (Doc.locwcu17/rky)
JawaPos.com – Mali yang tampil impresif di ajang Piala Dunia U-17, akhirnya terhenti di babak semifinal.
Mali harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 1-2, dan gagal melaju ke final pada laga di stadion Manahan, Solo, Selasa (28/11).
Sementara Mali U-17, akan memperebutkan peringkat tiga melawan Argentina U-17, sehari sebelum final dilangsungkan pada Jumat (1/12).
Dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), saat laga semifinal, Mali bahkan menghasilkan gol lebih dahulu di akhir babak pertama (45+4') lewat kaki kapten Ibrahim Diarra.
Dia memanfaatkan kesempatan dengan baik, setelah bola buangan kiper Prancis yang melayang tepat di depan matanya.
Untuk kali pertama pula, kiper Paul Argney kebobolan. Sebelumnya sepanjang turnamen, Argney belum pernah kemasukan bola kecuali dalam adu penalti.
Sayangnya, permainan sengit Mali menjadi bumerang buat mereka. Mali akhirnya harus kehilangan seorang pemain Souleymane Sanogo yang diganjar kartu merah.
Hasil VAR membuktikan, Sanogo telah melakukan pelanggaran keras dengan melakukan tekel terhadap Sadi Aymen. Mali pun akhirnya harus bermain dengan 10 pemain di menit ke-55.
Hal itu tentu menjadi keuntungan bagi Prancis dan mereka berhasil membalasnya dengan dua gol ke gawang Mali.
Gol pertama datang dari sundulan Yvann Titi di menit 56, dia mengambil umpan tendangan bebas dari Ismail Bouneb.
Meski kebobolan, intensitas serangan Mali masih belum berkurang. Sayangnya, banyak peluang tercipta tetapi belum terkonversi gol.
Sebaliknya permainan pun semakin keras, hingga berakibat pelanggaran. Pelanggaran yang dilakukan pemain Mali memberikan Prancis hadiah tendangan bebas lagi.
Bouneb pun mengeksekusi dengan baik di menit ke-69. Tendangan langsungnya yang melengkung menembus blokade pemain yang berdiri di depan gawang.
Bola meluncur ke pojok kiri bawah gawang Mali tanpa bisa diantisipasi, menciptakan keunggulan untuk Prancis 2-1.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
