
BERTANGAN DINGIN: Soumaila Coulibaly memberikan instruksi kepada pemainnya saat Mali U-17 menghadapi Maroko U-17 di Stadion Manahan, Solo (15/11).
JawaPos.com - Mali U-17 jadi salah satu tim yang dijagokan bisa juara di Piala Dunia U-17 2023 Indonesia. Tak sekadar sangar dalam urusan mencetak gol, total 14 gol sudah diciptakan dalam lima pertandingan, permainan Mali U-17 juga menghibur.
Skill individu, kualitas passing, dipadu dengan talenta para pemain membuat Mali U-17 mendadak punya banyak fans di Piala Dunia U-17. Aksi-aksi Ibrahim Diarra dkk membuat banyak orang jatuh hati. ’’Ya, tapi kami tidak mendadak menjadi seperti ini,’’ kata pelatih Mali U-17 Soumaila Coulibaly.
Menurut dia, Mali U-17 jadi seperti saat ini melalui persiapan panjang. Mulai dari kualifikasi Piala Dunia U-17 hingga Piala Afrika U-17. ’’Bertahun-tahun kami mempersiapkan tim ini dengan kerja keras tanpa henti,’’ terangnya.
Persiapan panjang tersebut dikombinasikan dengan pengalaman Coulibaly dalam sepak bola. Tepatnya ketika dirinya masih jadi pemain dan berkarier di beberapa negara di Eropa. Sebut saja Jerman, Inggris, dan Spanyol.
Khusus Jerman, Coulibaly pernah berkarier lama sebagai pesepak bola. Dua klub pernah dibelanya pada musim 2000–2009, yakni SC Freiburg dan Borussia Monchengladbach. ’’Saya juga coba memberikan ilmu kepada pemain tentang sepak bola Spanyol dan Inggris,’’ ujarnya.
Untuk Spanyol, pelatih 45 tahun itu memberikan pemahaman soal teknik dan taktik. Sedangkan Inggris, dia mengajari soal ciri khas sepak bolanya, yakni kick and rush. ’’Kami mencoba memberikan itu semua ditambah persiapan jangka panjang,’’ tuturnya.
Sebenarnya, Coulibaly tidak kaget dengan permainan anak asuhnya di Piala Dunia U-17. Bahkan, dia sudah memprediksi pemainnya bisa bermain indah dan meraih prestasi kali ini. ’’Karena kami datang ke Indonesia untuk menuju final dan juara,’’ ungkapnya.
Dia berharap apa yang sudah ditunjukkan Les Aglonnets di Piala Dunia U-17 tidak berhenti. Coulibaly ingin karier para pemainnya bisa panjang seperti dirinya. ’’Saya ingin mereka berkarier di Eropa dan lebih baik dari apa yang sudah saya lakukan dulu,’’ pungkasnya. (rid/c17/ali)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
