
Konser Coldplay. (Instagram/@coldplay)
JawaPos.com - Dukungan lancarnya penyelenggaraan Piala Dunia U-17 juga datang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kementerian yang dipimpin Sandiaga Uno itu juga meyakini bahwa perhelatan akbar tersebut bakal turut memperkencang gerak laju dunia pariwisata tanah air.
Apalagi, November ini, lima hari setelah kickoff Piala Dunia besok (10/11) juga ada konser band asal Inggris, Coldplay. Untuk memastikan kelancaran persiapan menjelang pelaksanaan dua event besar itu, Kemenparekraf pun terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Vinsensius Jemadu menerangkan, grup band kelas dunia asal Inggris tersebut dijadwalkan akan meramaikan panggung musik tanah air pada 15 November 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. ’’Konser musik Coldplay ini betul-betul akan menyedot penonton banyak sekali,’’ ucapnya di Jakarta kemarin (8/11).
Vinsensius menyebutkan, konser Coldplay tentu akan berkontribusi terhadap peningkatan pergerakan wisatawan. Termasuk para turis dari negara-negara tetangga.
Karena itu, selain ketersediaan kamar, kualitas pelayanan hotel perlu diperhatikan. ’’Sehingga para pengunjung, baik wisnus (wisatawan Nusantara) maupun wisman (wisatawan mancanegara), yang hadir akan merasa puas dan memungkinkan mereka untuk tinggal lebih lama setelah konser berakhir,’’ ujarnya.
Sementara itu, Piala Dunia FIFA U-17 akan berlangsung mulai 10 November hingga 2 Desember. Dengan menggelar sekitar 52 pertandingan yang menargetkan 10 ribu–18 ribu penonton setiap pertandingan.
Ribuan penonton itu diharapkan bisa mendorong permintaan yang tinggi terhadap penginapan, transportasi, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif. ’’Tentu ini akan memberikan multiplier effect (efek berganda) terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di sekitar kawasan venue dan terbukanya lapangan kerja baru pada sektor ekonomi kreatif,’’ ucapnya.
Dia menyebut event-event itu juga akan memberikan akses bagi Indonesia untuk memperkuat citra sebagai destinasi perhelatan kelas dunia. Sehingga Indonesia kian dikenal mampu menjadi tuan rumah untuk berbagai ajang besar.
Dengan peningkatan citra tersebut, lanjut Vinsensius, tentu akan membuka peluang potensi investasi dan kerja sama antarnegara serta peluang untuk memperkenalkan budaya dan destinasi wisata di Indonesia. ’’Untuk itu, kami mendorong pelaku usaha industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memanfaatkan event-event besar ini dengan memberikan pelayanan terbaik untuk akomodasi hotel, restoran, dan penjualan produk ekonomi kreatif,’’ paparnya.
Vinsensius menambahkan, melihat dari target penonton, diasumsikan paling tidak akan ada perputaran uang sebanyak Rp 2 triliun. Selain itu, ada 24 negara yang turut bertanding dengan asumsi membawa pemain, ofisial, dan tim pendukung. Sehingga perputaran yang terjadi akan jauh lebih besar dari nilai tersebut. ’’Hitungan itu di luar daripada transaksi UMKM, investasi, nilai sponsor, serta kunjungan pada destinasi wisata,’’ katanya. (*/c18/ttg)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
