Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Desember 2022 | 17.06 WIB

Dari Sabang sampai Maroko...  

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Nama Desa Maroko di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, mendadak viral di media sosial.

Bersamaan dengan itu pula, lagu Dari Sabang sampai Merauke kembali hit.

Tapi, judul lagu nasional itu kemudian dipelesetkan menjadi Dari Sabang sampai Maroko. Semua itu tak lepas dari kejutan yang ditorehkan Maroko. Kejutan yang membuat Maroko seolah menjadi bagian dari NKRI.

Ya, Maroko adalah fenomena. Maroko adalah tim Afrika pertama yang lolos ke semifinal Piala Dunia. Tak ada unsur keberuntungan atas capaian Maroko.

Sebab, tim berjuluk Singa Atlas ini melaju dengan sejumlah fakta menakjubkan. Maroko belum tersentuh kekalahan.

Maroko juga tim yang paling minim kebobolan. Di luar adu penalti, gawang tim asuhan Walid Regragui ini baru satu kali kemasukan. Itu pun lewat gol bunuh diri.

Fakta yang sebetulnya sudah cukup membuktikan bahwa Maroko bukanlah sekadar kuda hitam.

Maroko tak seperti Arab Saudi yang sempat bikin kejutan dengan menumbangkan Argentina di laga perdana. Tapi, setelah itu Saudi malah balik ke setelan pabrik.

Maroko lebih konsisten. Mereka bermain dengan mengandalkan strategi bertahan yang solid.

Belgia, Spanyol, dan Portugal pernah dibuat frustrasi lewat strategi bertahan dan serangan balik mematikan dari Hakim Ziyech dkk.

Tentu, kejutan yang ditorehkan Maroko tak muncul secara instan. Ada proses panjang yang mengiringi. Sejak 2009, negeri di Afrika Utara ini sudah membangun berbagai fasilitas sepak bola berstandar FIFA.

Federasi mereka juga getol mendorong pemain U-18 untuk meniti karier di Eropa. Kompetisi domestik Maroko kini juga tercatat sebagai liga terbaik di Afrika.

Dan, yang paling utama, banyak pemain Maroko yang bertebaran di liga-liga elite Eropa. Sinergi itu akhirnya mampu membentuk kekuatan timnas Maroko yang cetar di Qatar.

Nah, Maroko kini telah mencapai babak semifinal. Dukungan terhadap Singa Atlas pun terus mengalir. Bukan hanya dari warga Maroko.

Tapi juga dari fans yang jagoannya sudah tereliminasi. Bagi mereka, Maroko adalah pengobat kekecewaan. Mereka lebih senang melihat Maroko menjadi juara ketimbang tim semifinalis lainnya.

Mereka abai dengan status Hakim Ziyech dkk yang tak dianggap di bursa favorit juara. Prancis, Argentina, dan Kroasia memang jauh lebih diunggulkan.

Tapi, mereka tak peduli. Bahkan, mereka sudah memberi warning.

Bunyinya: Bagi siapa pun yang meremehkan Maroko, ingat pesan di bungkus rokok: MAROKO MEMBUNUHMU. (*)

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore