Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Agustus 2026 | 07.07 WIB

Sugoi Desu Pro Dorong Talenta Muda Kembangkan Kreativitas lewat Cosplay dan Fashion

Peserta dan komunitas kreatif berfoto bersama dalam gelaran Sugoi Desu Pro yang menghadirkan kompetisi cosplay dan fashion show. (Istimewa) - Image

Peserta dan komunitas kreatif berfoto bersama dalam gelaran Sugoi Desu Pro yang menghadirkan kompetisi cosplay dan fashion show. (Istimewa)

JawaPos.com - Industri kreatif nasional terus berkembang. Nah, derasnya pekembangan itu membuat perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal kebutuhan dunia industri. 

Kolaborasi antara lingkungan akademik, komunitas, dan pelaku industri pun menjadi salah satu pendekatan untuk melahirkan talenta yang mampu mengubah minat menjadi kompetensi profesional.

Program Studi Desain Produk, Fakultas Desain dan Seni Kreatif Universitas Mercu Buana (UMB) menghadirkan Sugoi Desu Pro, festival kreatif yang menjadikan budaya populer sebagai ruang pengembangan bakat desain.

Ketua Program Studi Desain Produk UMB, Junaidi Salam, S.Ds., M.Ds., mengatakan kreativitas dapat berkembang ketika seseorang memiliki passion yang ditekuni secara serius. "Motivasi kreatif tumbuh dari passion setiap individu," kata Junaidi.

Menurut dia, festival tersebut menjadi ruang bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun jejaring dengan komunitas. "Kami ingin memberi ruang bagi talenta muda untuk berkarya dan berkolaborasi," ujarnya.

Nama Sugoi Desu Pro berasal dari kata sugoi dalam bahasa Jepang yang berarti hebat atau luar biasa. Konsep tersebut menggambarkan semangat untuk memberikan apresiasi terhadap karya, keberanian berekspresi, serta inovasi yang lahir dari minat dan hobi generasi muda.

Sebanyak 50 cosplayer dari berbagai komunitas turut ambil bagian dalam festival tersebut. Mereka membawakan karakter dari anime, manga, gim, hingga budaya populer Jepang.

Junaidi menyebut cosplay memiliki keterkaitan erat dengan bidang desain. "Cosplay membutuhkan kreativitas, riset visual, material, hingga teknik produksi," tuturnya.

Penilaian dalam kompetisi pun tidak berhenti pada kemiripan peserta dengan karakter yang diperankan. Kualitas rancangan kostum, detail material, tata rias, kemampuan menghidupkan karakter, serta performa di atas panggung turut menjadi bagian dari penilaian.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore