Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 02.31 WIB

APK Pendidikan Tinggi Indonesia Rendah, Direktur Universitas Terbuka Sebut karena Faktor Biaya

Mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Jakarta mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di kampus UT Tangerang Selatan. (Humas UT) - Image

Mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Jakarta mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di kampus UT Tangerang Selatan. (Humas UT)

JawaPos.com - Angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih relatif rendah. Nilainya kalah jauh dibandingkan negara lain seperti Korea Selatan (Korsel). Salah satu faktor penyebab APK pendidikan tinggi di Indonesia rendah adalah biaya.

Masih rendahnya APK pendidikan tinggi di Indonesia itu jadi sorotan Direktur UT Jakarta Moh. Muzammil. Dia mengatakan, saat ini, APK pendidikan tinggi di Indonesia sekitar 34 persen.

Artinya menurut Muzammil, saat ini di Indonesia, hanya ada 34 persen anak lulusan SMA sederajat yang lanjut kuliah. Sisanya 66 persen tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

”Di Korea Selatan APK pendidikan tingginya 90 persen. Kita masih sangat tertinggal,” kata Muzammil di sela kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSBM) UT Jakarta di kampus UT di Tangerang Selatan.

Menurut dia ada sejumlah faktor yang menyebabkan APK pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah.Di antaranya adalah faktor biaya. Banyak kasus orang harus mengeluarkan biaya kuliah besar.

”Selain untuk uang studi, juga diperlukan biaya akomodasi atau ngekos. Menurut dia UT hadir untuk ikut mengatasi APK pendidikan tinggi di Indonesia,” papar Muzammil.

Muzammil mengatakan, kuliah di UT dilakukan secara online. Mahasiswa tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk kos. Sehingga bisa hemat biaya. Kuliahnya cukup dari rumah. Tidak perlu ongkos bensin untuk datang ke kampus.

”Tahun akademik sekarang ada 20 ribuan mahasiswa baru UT Jakarta,” ungkap Muzammil.

Bisa dibayangkan ketika kuliah harus tatap muka. Dibutuhkan biaya untuk gedung, gaji dosen, dan lainnya. Tetapi dengan sistem perkuliahan jarak jauh berbasis online, menurut dia, mahasiswa tidak perlu datang ke kampus.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore