
Mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Jakarta mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di kampus UT Tangerang Selatan. (Humas UT)
JawaPos.com - Angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih relatif rendah. Nilainya kalah jauh dibandingkan negara lain seperti Korea Selatan (Korsel). Salah satu faktor penyebab APK pendidikan tinggi di Indonesia rendah adalah biaya.
Masih rendahnya APK pendidikan tinggi di Indonesia itu jadi sorotan Direktur UT Jakarta Moh. Muzammil. Dia mengatakan, saat ini, APK pendidikan tinggi di Indonesia sekitar 34 persen.
Artinya menurut Muzammil, saat ini di Indonesia, hanya ada 34 persen anak lulusan SMA sederajat yang lanjut kuliah. Sisanya 66 persen tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
”Di Korea Selatan APK pendidikan tingginya 90 persen. Kita masih sangat tertinggal,” kata Muzammil di sela kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSBM) UT Jakarta di kampus UT di Tangerang Selatan.
Menurut dia ada sejumlah faktor yang menyebabkan APK pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah.Di antaranya adalah faktor biaya. Banyak kasus orang harus mengeluarkan biaya kuliah besar.
”Selain untuk uang studi, juga diperlukan biaya akomodasi atau ngekos. Menurut dia UT hadir untuk ikut mengatasi APK pendidikan tinggi di Indonesia,” papar Muzammil.
Muzammil mengatakan, kuliah di UT dilakukan secara online. Mahasiswa tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk kos. Sehingga bisa hemat biaya. Kuliahnya cukup dari rumah. Tidak perlu ongkos bensin untuk datang ke kampus.
”Tahun akademik sekarang ada 20 ribuan mahasiswa baru UT Jakarta,” ungkap Muzammil.
Bisa dibayangkan ketika kuliah harus tatap muka. Dibutuhkan biaya untuk gedung, gaji dosen, dan lainnya. Tetapi dengan sistem perkuliahan jarak jauh berbasis online, menurut dia, mahasiswa tidak perlu datang ke kampus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022