
Ilustrasi : Belajar bahasa Mandarin. (Istimewa)
JawaPos.com – Masuknya pengaruh pasar Tiongkok melalui investasi dan dunia kerja membuat kemampuan berbahasa Mandarin semakin dibutuhkan masyarakat, terutama generasi muda yang ingin memperluas peluang karier.
“Sekarang pengaruh market China makin dekat dengan kehidupan kita, termasuk lewat investasi dan dunia kerja. Kami ingin teman-teman di komunitas ini punya kesiapan sejak awal, supaya ketika peluang itu datang mereka tidak mulai dari nol,” kata Founder Kursus Bahasa Asing, Ali Akbar atau Ali Sachou dalam kegiatan Exclusive Language Practice yang digelar Cetta Virtual Society (CVS) bersama OCBC, Selasa (26/5).
Ia menegaskan meningkatnya kesadaran bahwa pembelajaran Bahasa Mandarin tidak lagi sebatas kebutuhan akademik, melainkan juga menjadi bekal menghadapi perubahan ekonomi global dan persaingan dunia kerja.
Kegiatan tatap muka yang diikuti peserta level HSK 1 hingga HSK 4 itu tidak hanya menjadi ruang latihan speaking, tetapi juga wadah membangun jejaring antarpembelajar Mandarin.
Director of Mandarin Department Cetta, Kevin Caesar, mengatakan kegiatan komunitas memiliki peran penting untuk menjaga motivasi belajar sekaligus membuka peluang baru melalui relasi yang terbangun.
“Tujuan diadakannya acara ini adalah supaya para peserta didik maupun alumni bisa berkumpul, latihan bahasa Mandarin sekaligus networking. Kegiatan ini sangat berguna, khususnya bagi peserta usia kerja, karena di sini mereka bisa kenalan dan mungkin menemukan opportunity baru yang bermanfaat untuk karier mereka,” ujarnya.
Menurut Kevin, pembelajaran bahasa asing saat ini tidak lagi terbatas pada kelas formal. Komunitas menjadi ruang tambahan bagi pelajar untuk berlatih dalam suasana yang lebih santai dan aplikatif.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi ke beberapa kelompok diskusi dan praktik percakapan sesuai tingkat kemampuan masing-masing. Tutor pendamping memberikan koreksi dan umpan balik secara langsung selama sesi berlangsung.
Sementara itu, Tutor Cetta Mandarin, Laoshi Dewi, menyebut kegiatan tatap muka membawa pengalaman berbeda dibanding sesi daring.
“Semuanya antusias sekali karena akhirnya bisa bertemu secara face to face. Harapannya, acara seperti ini ke depannya bisa semakin meriah dan semakin banyak yang tertarik ikut belajar Mandarin, karena bahasa Mandarin merupakan salah satu bahasa yang penting di dunia saat ini,” katanya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
