
Diskusi publik tentang peran pentingnya buku yang digelar di Jogjakarta. (istimewa)
JawaPos.com - Buku dan literasi memegang peranan sentral sebagai medium utama dalam transmisi pengetahuan, pembentukan wacana, dan pada akhirnya pembangunan jati diri bangsa.
Buku adalah jendela untuk memahami dunia, cermin untuk merefleksikan identitas kolektif sebagai sebuah bangsa, sekaligus sebagai pembuka mata pikiran dan mata hati.
Demikian pesan yang disampaikan oleh Ibu Halida Nuriah Hatta saat hadir sebagai keynote speech diskusi public Buku Sebagai Dasar Pembangunan Jati Diri Bangsa di Ruang Literasi Kaliurang, Jumat (24/10).
Kegiatan tersebut bagian dari rangkaian kegiatan literasi kebangsaan yang diselenggarakan bekerja sama dengan BPIP.
Dalam diskusi tersebut hadir sebagai pembicara adalah Okky Madasari, Ph.D (Aktivis, Dosen, Pegiat Literasi, Penulis), Buldanul Khuri (Pegiat Literasi) dan Dr. Irene Camelyn Sinaga, AP., M.Pd. (Direktur Pengkajian Implementasi BPIP).
Okky dalam paparannya mengatakan bahwa rendahnya literasi di Indonesia bukan karena rendahnya minat baca, namun lebih karena tidak adanya kemudahan akses bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan buku yang baik dan berkualitas.
Buldanul Khuri, salah satu tokoh perbukuan di Jogjakarta mengatakan bahwa untuk meningkatkan literasi masyarakat buku adalah salah satu kuncinya.
Sayangnya, industri perbukuan di Indonesia saat ini sedang menghadapi banyak tantangan. Untuk menghidupkan dan menggairahkan industri perbukuan yang terpenting adalah menghidupkan ekosistem perbukuan itu sendiri.
Irene Sinaga dari BPIP menekankan pentingnya distribusi buku-buku berkualitas sampai ke daerah-daerah terpencil untuk memperkuat literasi masyarakat.
Dalam diskusi publik yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan industri buku di Jogjakarta, yaitu penulis, editor, pemilik peneribitan buku, toko buku, dan komunitas sastra terindentifikasi pula sejumlah usulan perbaikan untuk menghidupkan industri buku di Indonesia.
Antara lain adalah dihapuskannya pajak untuk komponen-komponen yang terkait dengan buku, misalnya pajak untuk penulis, dimasukkannya ekstra kurikuler membaca dan menulis untuk para pelajar, diadakannya festival membaca di setiap daerah.
Willy Aditya, Ketua Komisi XIII DPR RI, yang memiliki inisiatif perorangan mendorong dilakukannya revisi UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan menyambut positif semua masukan yang disampaikan.
Namun, Willy juga mengatakan bahwa rute untuk perbaikan UU Perbukuan masih panjang dan penuh tantangan. Karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjadi bagian aktif perbaikan UU tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
