
Ilustrasi pendidikan tinggi di luar negeri. (Istimewa)
JawaPos.com–Tren pendidikan tinggi luar negeri bagi mahasiswa Indonesia mulai mengalami pergeseran. Jika tahun lalu banyak calon mahasiswa yang memilih Tiongkok sebagai tujuan utama, kini Malaysia semakin diminati karena berbagai keunggulan.
Institusi pendidikan tinggi di Malaysia memberikan penawaran durasi studi yang lebih singkat, program magang wajib, hingga biaya kuliah yang lebih terjangkau. Menurut Public Relations EduBridge konsultan pendidikan luar negeri Clarissa Jocelyn, pada 2024 mayoritas siswa memilih Tiongkok untuk melanjutkan studi. Namun pada 2025, minat beralih signifikan ke Malaysia untuk tahun ajaran 2026/2027.
“Di Malaysia, kuliah umumnya hanya tiga tahun dan mahasiswa diwajibkan magang,” terang Clarissa.\
Hal ini menjadi nilai tambah karena mahasiswa tidak hanya mendapat teori di kelas, tetapi juga pengalaman kerja sebelum lulus. “Sekarang kan kuliah tidak cukup hanya belajar, harus ada experience juga,” imbuh Clarissa Jocelyn.
Yang menarik, Malaysia juga baru meluncurkan program Graduate Work Visa pada 2025. Melalui program ini, lulusan universitas di Malaysia mendapat kesempatan tinggal 12 bulan tambahan untuk mencari kerja.
“Ini salah satu daya tarik yang membuat mahasiswa makin banyak melirik Malaysia,” kata Clarissa.
Dari segi biaya, menurut dia, kuliah di Malaysia relatif mirip dengan Tiongkok. Namun, lokasi yang lebih dekat dengan Indonesia membuat banyak orang tua merasa lebih nyaman melepas anaknya ke Malaysia.
Meski demikian, Tiongkok tetap diminati terutama untuk jurusan teknologi informasi (IT) dan bisnis. Salah satu kampus unggulan adalah Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU), hasil kerja sama universitas di Tiongkok dengan Liverpool, Inggris. Lulusan dari kampus ini bisa mendapatkan double degree dari kedua negara.
Clarissa menekankan pentingnya riset mendalam sebelum memilih negara dan jurusan.
“Biasanya, siswa datang hanya menyampaikan keinginan kuliah bisnis, tanpa tahu spesifiknya. Padahal, menentukan minat hingga ke level detail, misalnya digital marketing atau public relations, akan memudahkan perencanaan karir mereka,” jelas Clarissa Jocelyn.
Meski pergeseran minat ini cukup terasa, Clarissa mengingatkan bahwa setiap negara memiliki syarat masuk yang berbeda. Beberapa universitas hanya meminta rapor SMA, sementara yang lain memerlukan tes tambahan.
“Kuncinya adalah memahami persyaratan masing-masing universitas dan menyesuaikan jurusan dengan negara tujuan,” ucap Clarissa Jocelyn.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
