
ILUSTRASI. Ruang perkuliahan.
JawaPos.com – Banyak siswa Indonesia yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Namun, menurut konsultan pendidikan luar negeri Clarissa Jocelyn, masih banyak calon mahasiswa yang keliru menentukan prioritas.
"Banyak yang ingin kuliah di negara tertentu tapi belum yakin dengan jurusan yang dipilih. Padahal yang lebih penting tahu dulu jurusannya apa, baru tentukan negaranya," ungkap Clarissa, Rabu (18/3).
Clarissa menekankan, pemilihan jurusan yang sesuai minat dan bakat sangat penting agar kuliah tidak berhenti di tengah jalan. Misalnya, jika seorang siswa ingin mengambil desain komunikasi visual (DKV), maka pilihan negara yang tepat adalah Malaysia, Singapura, atau Jepang, bukan Tiongkok.
"Kalau salah pilih, nanti kuliahnya jadi susah dijalani. Jadi, harus tahu dulu minatnya di mana. Suka IPA, IPA-nya yang mana? Kalau tidak suka fisika jangan ambil engineering," jelasnya.
Ia juga memberi contoh dalam jurusan bisnis. "Kalau suka marketing misalnya, perlu dilihat lagi marketing yang konvensional atau digital? Kalau suka sosial media, mungkin cocok di jurusan digital marketing. Jadi, harus diruncingkan sehingga lebih spesifik," katanya.
Dengan begitu, lebih mudah juga bagi calon mahasiswa untuk menentukan career path. Clarissa menambahkan, riset mendalam juga diperlukan terkait persyaratan kampus.
Meski sebagian besar universitas luar negeri hanya meminta rapor kelas 10 hingga yang terbaru dan nilai IELTS, ada juga yang mewajibkan tes tambahan seperti SAT (Scholastic Assessment Test). "Setiap universitas punya requirement berbeda," ujarnya.
Terkait bahasa, ia menegaskan bahwa hambatan sudah semakin kecil. Banyak universitas di luar negeri seperti Tiongkok kini membuka program berbahasa Inggris, sehingga mahasiswa Indonesia tidak harus menguasai bahasa Mandarin untuk bisa kuliah di sana.
"Intinya, sebelum memilih negara tujuan, yang utama adalah tahu jurusannya dulu. Dari situ baru disesuaikan dengan negara dan budget," pungkasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
