Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 18.40 WIB

UNHAN Kunjungi Jatibarang Field, Apresiasi Inovasi Reaktivasi Sumur dan Teknologi Cyclone

Pertamina EP Jatibarang Field menyampaikan prosedur keselamatan kepada mahasiswa UNHAN RI sebelum memasuki fasilitas Stasiun Pengumpul Utama (SPU-A). (Pertamina EP) - Image

Pertamina EP Jatibarang Field menyampaikan prosedur keselamatan kepada mahasiswa UNHAN RI sebelum memasuki fasilitas Stasiun Pengumpul Utama (SPU-A). (Pertamina EP)

JawaPos.com – Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa tentang industri energi nasional, Pertamina EP (PEP) Jatibarang Field menerima kunjungan dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) pada Kamis (14/5).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Manajemen Pertahanan UNHAN yang bertema “Sinergi Pemerintah, Swasta, dan Militer untuk Mendukung Kemandirian Energi”.

Kunjungan diawali dengan pemaparan profil strategis PEP Jatibarang Field dalam mendukung target produksi migas nasional. Mahasiswa kemudian terlibat dalam diskusi interaktif yang membahas inovasi teknologi di sektor hulu migas, khususnya untuk meningkatkan produksi dan mengurangi penurunan alamiah produksi.

Pertamina EP memperkenalkan dua inovasi unggulan. Pertama, metode reaktivasi sumur suspend JTB-055 yang sukses meningkatkan produksi gas dari 2 MMSCFD menjadi 4,5 MMSCFD. Kedua, teknologi pemompaan PCP-Dobber yang menurunkan potensi kehilangan produksi (LPO), sekaligus mendukung efisiensi biaya dan penurunan emisi karbon.

“Inovasi ini memiliki aksi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional. Semangat dan dedikasi tim mencerminkan nilai bela negara yang patut diteladani,” ujar Laksamana TNI Dr. Yanda Dwira Firman Z, Wakil Dekan I UNHAN RI, mengapresiasi pencapaian PEP Jatibarang Field.

Mahasiswa juga mengunjungi fasilitas Stasiun Pengumpul Utama (SPU-A), salah satu infrastruktur penting dalam proses distribusi migas. Mereka menyaksikan langsung penerapan standar keselamatan kerja dan praktik terbaik eksplorasi dan produksi migas.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah metode cyclone untuk efisiensi pemisahan awal fluida di lapangan. Gondo Irawan, Senior Manager PEP Jatibarang Field, menyatakan bahwa teknologi ini efektif dalam mendukung produksi berkelanjutan dan emisi rendah.

“Inovasi ini bagian dari upaya kami mendorong produksi berkelanjutan yang tetap sejalan dengan target emisi rendah dalam mendukung komitmen net zero emission pada 2060 sesuai Paris Agreement,” jelas Gondo.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri energi, yang bersama-sama berkomitmen membangun ketahanan energi nasional secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore