
Pertamina EP Jatibarang Field menyampaikan prosedur keselamatan kepada mahasiswa UNHAN RI sebelum memasuki fasilitas Stasiun Pengumpul Utama (SPU-A). (Pertamina EP)
JawaPos.com – Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa tentang industri energi nasional, Pertamina EP (PEP) Jatibarang Field menerima kunjungan dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) pada Kamis (14/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Manajemen Pertahanan UNHAN yang bertema “Sinergi Pemerintah, Swasta, dan Militer untuk Mendukung Kemandirian Energi”.
Kunjungan diawali dengan pemaparan profil strategis PEP Jatibarang Field dalam mendukung target produksi migas nasional. Mahasiswa kemudian terlibat dalam diskusi interaktif yang membahas inovasi teknologi di sektor hulu migas, khususnya untuk meningkatkan produksi dan mengurangi penurunan alamiah produksi.
Pertamina EP memperkenalkan dua inovasi unggulan. Pertama, metode reaktivasi sumur suspend JTB-055 yang sukses meningkatkan produksi gas dari 2 MMSCFD menjadi 4,5 MMSCFD. Kedua, teknologi pemompaan PCP-Dobber yang menurunkan potensi kehilangan produksi (LPO), sekaligus mendukung efisiensi biaya dan penurunan emisi karbon.
“Inovasi ini memiliki aksi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional. Semangat dan dedikasi tim mencerminkan nilai bela negara yang patut diteladani,” ujar Laksamana TNI Dr. Yanda Dwira Firman Z, Wakil Dekan I UNHAN RI, mengapresiasi pencapaian PEP Jatibarang Field.
Mahasiswa juga mengunjungi fasilitas Stasiun Pengumpul Utama (SPU-A), salah satu infrastruktur penting dalam proses distribusi migas. Mereka menyaksikan langsung penerapan standar keselamatan kerja dan praktik terbaik eksplorasi dan produksi migas.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah metode cyclone untuk efisiensi pemisahan awal fluida di lapangan. Gondo Irawan, Senior Manager PEP Jatibarang Field, menyatakan bahwa teknologi ini efektif dalam mendukung produksi berkelanjutan dan emisi rendah.
“Inovasi ini bagian dari upaya kami mendorong produksi berkelanjutan yang tetap sejalan dengan target emisi rendah dalam mendukung komitmen net zero emission pada 2060 sesuai Paris Agreement,” jelas Gondo.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri energi, yang bersama-sama berkomitmen membangun ketahanan energi nasional secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
